Connect with us

Berita

FPD : INDONESIA PERNAH MANDIRI SELESAIKAN PENYEBARAN SARS, ADA BAIKNYA SARAN IBU SITI FADILAH SUPARI DIPERTIMBANGKAN

JARRAK.ID

Published

on

Jakarta, Jarrak.id | Anggota DPR RI Komisi III Didik Mukrianto SH. MH mengatakan Sebagai bagian dari anak bangsa, Saya sungguh bersyukur dan terima kasih atas edukasi yang diberikan oleh Ibu Siti Fadilah Supari Mantan Menkes dan Watimpres RI.

khususnya terkait dengan pengalaman Beliau dalam menangani Virus SARS, keberanian Beliau dalam menegakkan kebenaran meskipun harus berhadapan dengan WHO kala itu, serta pencerahan Beliau terkait dengan Pandemi Covid-19 saat ini;

Terus terang dengan pembelajaran yang disampaikan Beliau, harusnya membuka pemikiran dan mata hati kita bahwa pentingnya keberpihakan negara, keberpihakan pemerintah dan pemimpin untuk terus membangun dan berinvestasi dalam bidang sumber daya manusia, dan bukan infrastruktur saja.

Sebagai negara besar dan berpenduduk besar pula, harusnya kita terus aware dengan potensi munculnya konspirasi global yang berbasis bisnis dan komersialisasi penyakit dan virus.

Pemimpin kita harus paham kekuatan bangsa dan tantangannya ke depan. Hanya kemandirian yang basis dan pondasinya kekuatan SDM sendiri yang akan mampu menyelamatkan Indonesia dari berbagai ancaman termasuk potensi konspirasi global.

SDM kita hebat-hebat, sudah mampu membuat berbagai temuan obat, vaksin untuk menangkal berbagai penyakit dan Virus. Tinggal political will Pemimpin kita mau kemana?

Ikut dan menjadi bagian konspirasi global atau mandiri melindungi dan membentengi rakyatnya dari kekejaman konspirasi global? Seharusnya Pemimpin yang bijak, melindungi rakyat dan negaranya, tahu mana yang akan dipilihnya? Mudah”an motif ekonomi & komersialisasi penyakit atau virus bukan yang di pilih.

Ada bijaknya para pemimpin bangsa ini mendengar setiap masukan anak bangsa termasuk Ibu Siti Fadilah Supari dalam kapasitas dan kompetensi serta pengalaman Beliau dalam menangani persoalan kesehatan.

Beliau pernah membatalkan penetapan pandemi SARS yang ditetapkan WHO waktu itu yang disinyalir tidak transparan, dan terbukti, tanpa Anti Virus yang direkomendasikan oleh WHO, Indonesia bisa menghentikan penyebaran Virus SARS waktu itu;

Meskipun Beliau saat ini berstatus warga binaan, namun negara, pemerintah, pemimpin dan pejabat tidak boleh lupa dengan jasa-jasa beliau untuk Masyarakat, untuk Indonesia, bahkan untuk Dunia.

Terlalu picik dan naif apabila ada pejabat yang menistakan itu. Disiplin ilmu dan pengalaman Beliau tidak boleh dimatikan dan dinafikkan hanya karena statusnya. Untuk kepentingan yang lebih besar bagi bangsa ini, seharusnya sebaliknya.

Berdasarkan hal tersebut, mengingat record dan pengalaman Beliau dalam perspektif profesionalitasnya, jasa serta usia beliau yang sudah diatas 70 th dan sangat rentan terpapar Covid-19, meskipun statusnya terhalang oleh PP 99/2012 untuk mendapatkan Remisi, Asimilasi dan Pembebasan Bersyarat, harusnya pejabat bisa bijak untuk memberikan perlindungan kemanusiaan dan kesehatan kepada Beliau.

Tidak harus dengan previlige melanggar PP 99/2012, tapi pemerintah bisa memberikan kebijakan di tempat lain yang jauh dari potensi terjangkit Covid-19, dan sementara waktu tidak mengembalikan ke Rutan Pondok Bambu yang sedang dinyatakan Red Zone.

Saya menghimbau agar kiranya pebajat negara khususnya Dirjen PAS bisa melihat persoalan dengan utuh, obyektif dan dengan hati nurani, khususnya kepada Warga Binaan yang sudah lansia dan rentan terpapar Covid-19, yang saat ini tidak mendapatkan fasilitas melalui Permenkumham 10/2020.

Pastikan mereka aman dari potensi penularan Covid-19, pisah mereka dari lingkungan yang disinyalir terjangkit, apalagi nyata-nyata dinyatakan Red Zone, dan tempatkan di tempat yang aman dari potensi penyebaran. Melakukan pembiaran terhadap keselamatan nyawa warga binaan, yang nyata-nyata bisa dilakukan upaya pencegahan, bisa dikategorikan suatu kejahatan atau pelanggaran HAM.

Editor: GR
Sumber: DR.Didik Mukrianto SH MH

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer