Connect with us

Daerah

Kasus Suap Gubernur Nurdin Basirun, KPK Akan Panggil Sekda Kepri

JARRAK.ID

Published

on

Gedung KPK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan kepada Sekda Kepulauan Riau (Kepri), HTS Arif Fadilah, dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun.

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NBU (Nurdin Basirun),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (19/09/2019) dilansir detikcom.

Selain itu, KPK juga memanggil sejumlah saksi lain. Mereka yang dipanggil yakni Ahmad Nizar selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Pemprov Kepri, Guntur Sati selaku mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kepri, Zulhendi selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kepri, Yerri selaku eks Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017-2018, Martin Luther Maromon selaku Kabiro Umum Pemprov Kepri. Abu Bakar selaku Kepala Dinas PU dan Hendri Kuniadi selaku Plt Kadis ESDM Pemprov Kepri.

Dalam perkara ini, Nurdin ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Selain Nurdin, KPK menetapkan Edy Sofyan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri; Budi Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri; dan Abu Bakar selaku swasta sebagai tersangka.

Nurdin diduga menerima suap dari Abu Bakar terkait perizinan reklamasi. Abu Bakar diduga memberi suap senilai total Rp 159 juta agar diberi izin prinsip untuk lokasi reklamasi di Kepri.

KPK juga menyita duit Rp 6,1 miliar yang diduga terkait gratifikasi Nurdin. Duit itu disita saat OTT dan penggeledahan di rumah dinas Nurdin dalam pecahan berbagai mata uang yang ditemukan berserakan di kamarnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer