Connect with us

Daerah

Kasus Pembunuhan Sadis di Desa Lombang Sumenep, Keluarga Korban Minta Polisi Kembangkan Penyidikan

HOLIDI

Published

on

Syafrawi, Kuasa hukum korban pembunuhan sadis di Desa Lombang, Batang-Batang, Sumenep (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Keluarga Punahwi, korban pembunuhan sadis di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep yang terjadi pada Rabu, 11 April 2018 lalu meminta polisi kembali membuka penyelidikan dan penyidikan baru atas kasus pembunuhan tersebut.

Sebelumnya, Polres Sumenep menetapkan Marsuki warga Desa Lombang, Batang-Batang, Sumenep sebagai tersangka pembunuhan. Bahkan Marsuki sudah dijatuhi pidana penjara 15 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Sumenep karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan kepada Punahwi.

Kendati demikian, keluarga korban meyakini bahwa Marsuki bukan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut. Ia meyakini ada keterlibatan pihak lain yang diduga sebagai aktor intelektual atau perencana pembunuhan, yang memerintahkan Marsuki untuk menghabisi nyawa Punahwi.

“Berdasarkan pengakuan Marsuki, (pelaku pembunuhan, red) dia tidak sendirian melakukan aksi pembunuhan. Artinya ada pihak-pihak lain yang juga terlibat di dalamnya. Sehingga pihak keluarga Punahwi merasa tidak terima kalau hanya satu orang yang menjadi tersangka,” kata kuasa hukum keluarga korban, Syafrawi kepada reporter Jarrak.id, Selasa, (25/06/2019).

Pihak lain yang dimaksud Syafrawi diduga merencanakan dan memerintahkan Marsuki untuk melakukan pembunuhan kepada Punahwi. Namun Syafrawi enggan membuka siapa yang diduga memerintahkan pembunuhan tersebut.

“(Soal keterlibatan pihak lain, red) atas dasar keterangan atau pengakuan dari terdakwa atau terpidana. Sehingga keluarga korban tidak puas apabila pelaku utama dalam perkara tersebut belum ditangkap dan ikut diproses hukum,” tegas dia.

Syafrawi mengaku siap menghadirkan saksi-saksi lain dalam mengungkap keterlibatan pihak lain dalam perkara pembunuhan tersebut.

Kirim Surat ke Polres Sumenep

Syafrawi menegaskan, bahwa pihaknya pada Rabu, 22 Mei 2019 lalu sudah mengirimkan surat ke Polres Sumenep yang pada pokoknya meminta agar polisi membuka penyelidikan dan penyidikan baru, untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan terhadap Pusahwi.

“Pada Jumat (22 Juni 2019) kemarin kami kembali ke Polres Sumenep untuk mengkonfirmasi perkembangan surat tentang permohonan penyelidikan dan penyidikan dalam kasus tindak pidana pembunuhan tersebut. Dan Polres Sumenep mengaku akan segera melakukan gelar perkara. Seperti apa hasil gelar perkaranya, nanti akan kami informasikan lebih lanjut kepada media,” imbuh Syafrawi.

“Kami berharap agar polisi menindaklanjuti orang-orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap Pusahwi sebagaimana kesaksian atau pengakuan terdakwa Marsuki,” tandas dia.

Advertisement

Populer