Connect with us

Daerah

Kasus Ancaman Pembunuhan, Achmadi Warga Montorna Dilaporkan Sendiri oleh Bupati Sumenep

HOLIDI

Published

on

Bupati Sumenep, A Busyro Karim (Doc. Net)

SUMENEP – JARRAK.ID – Achmadi, warga Desa Montorna, Pasongsongan, Sumenep yang melakukan ancaman pembunuhan terhadap Bupati Sumenep, A Busyro Karim ternyata dilaporkan sendiri oleh sang bupati ke Polres Sumenep pada tanggal 2 September 2019 lalu.

“Bupati (Sumenep, red),” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti saat dihubungi Jarrak.id, Jumat, (11/10/2019).

Ia disangka melanggar Pasal 45 Ayat 4 Juncto Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ancaman hukumannya enam (6) tahun penjara,” tegas Widiarti.

Sebelumnya aparat kepolisian dari Unit Pidum dan Resmob Polres Sumenep menangkap Achmadi di sekitar Kecamatan Ganding pada Selasa, (08/10/2019).

Sebelumnya, Achmadi melakukan ancaman pembunuhan terhadap Bupati Sumenep, A Busyro Karim melalui akun media sosial Facebook miliknya.

Peristiwa ini bermula saat salah satu pengguna Facebook memposting link berita media online di group Sumenep Baru yang berisi pemberitaan tentang bentrok warga Desa Aengbaja Kenek, Bluto, Sumenep di Sekretariat Pilkades setempat karena menolak calon kepala desa (cakades) dari luar desa.

Tiba-tiba Achmadi melalui akun Facebook Achmadi Achmadi ikut memposting komentar yang pada pokoknya menganggap bahwa bentrok antar warga yang terjadi akibat dari sikap sewenang-wenang Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Ini akibat sewenang-wenangnya Busro, jika sampai jatuh korban, mari kita sama2 kepung Busro bunuh secara sadis agar juga dapat merasakan penderitaan warga akibat dari perbuatannya itu, bupati yang tidak pernah berpikir hanya tentang warganya yang tahu hanya ingin mempertebal kantongnya sendiri,” tulis akun Facebook Achmadi Achmadi seperti dilihat Jarrak.id, Jumat, (30/08/2019).

Advertisement

Populer