Connect with us

Bisnis

Kasihan, Korban Penembakan KKB di Papua Ternyata Tidak Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sejumlah pekerja PT Istaka Karya yang mengerjakan Trans Papua yang tewas akibat ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ternyata tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Akibatnya, mereka tidak akan menerima kecelakaan kerja dari yang seharusnya.

“PT Istaka Karya merupakan perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun Proyek Jembatan di Papua yang menjadi pemberitaan ternyata belum didaftarkan di perlindungan jasa konstruksi BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pekerjanya tidak mempunyai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja, Sabtu, (08/12/2018).

Menurut Utok, jika pekerja tersebut terlindungi dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, maka pekerja yang meninggal akibat kecelakaan kerja berhak mendapatkan santunan 48x dari upah yang dilaporkan.

“Jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja maka akan mendapatkan santunan sebesar Rp 24juta ditambah beasiswa untuk 1 orang anak,” jelasnya.

Sesuai dengan PP 44 2015, lanjut Utoh, jika pekerja tidak didaftarkan dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, maka menjadi tanggung jawab perusahaan untuk memberikan jaminan dan santunan jika pekerjanya mengalami risiko pekerjaan termasuk kecelakaan kerja.

“Besarnya jaminan dan santunan harus minimal sama dengan standar yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya

Baca Juga:  Aturan Baru Tekhnologi Finansial OJK Hampir Rampung

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer