Connect with us

Berita

Karantina Kawasan Wisata Di Pacitan, Resmi Diperpanjang

JARRAK.ID

Published

on

Pacitan,www.jarrak.id- Harapan masyarakat untuk bisa berwisata di Pacitan, mungkin masih harus kembali tertunda. Pasalnya, gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan, masih akan kembali memperpanjang masa lockdown lokal terhadap semua kawasan wisata. Semula, pemkab setempat akan kembali membuka kawasan wisata pada 30 Juni ini.

Hal itu mengingat, sampai detik ini perkembangan pasien positif covid-19 terus mengalami peningkatan. “Dari data epidemiologi, Pacitan masih masuk zona kuning. Sebab dalam beberapa waktu belakangan, jumlah pasien covid-19 conform terus bertambah. Berangkat dari persoalan tersebut, sehingga gugus tugas masih akan memperpanjang masa karantina terhadap kawasan wisata,” ujar juru bicara tim komunikasi publik penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, Selasa (30/6).

Rachmad menegaskan, gugus tugas akan kembali membuat pemodelan terhadap kawasan wisata. Yang pertama yakni masa presimulasi. Di tatanan ini, gugus tugas akan melakukan pendampingan dan pengawasan. “Selanjutnya masa simulasi, yang diperkirakan dilaksanakan selama sepekan hingga satu bulan. Apabila dalam masa simulasi lolos, baru dilanjutkan ke tahapan uji coba,” jelasnya.

Pada masa uji coba ini, lanjut Rachmad, gugus tugas masih akan terus melakukan pengawasan, hingga akhirnya masuk di tahapan operasional. Diperkirakan pada Desember nanti, tahapan operasional dilaksanakan. “Apabila dalam masa uji coba ataupun operasional, muncul transmisi baru sebaran covid-19, tentu gugus tugas akan kembali mengkarantina kawasan wisata tersebut,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Rachmad berharap, pemodelan baru yang akan diterapkan gugus tugas tersebut, bisa dijadikan perhatian oleh semua pihak. Bukan hanya penyelenggara namun juga masyarakat sekitar. “Saat ini dimungkinkan, kawasan pariwisata akan mengalami masa perpanjangan karantina. Hanya ada sebagian kecil kawasan wisata yang akan presimulasi untuk disimulisakan sepekan sampai satu bulan,” bebernya.

Masih menurut Rachmad, masyarakat diharapkan lebih bersabar lagi. Meskipun pemerintah sangat berharap, adanya keselarasan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan. “Karena itulah, tetap patuhi protokol kesehatan. Utamanya pakai masker saat keluar dari rumah dan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS). Untuk rencana pemodelan tersebut, saat ini masih menunggu terbitnya, surat edaran baru,” pungkasnya. (yun).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer