Connect with us

Daerah

Kapolri: Bom Surabaya Aksi Balas Dendam Atas Sikap Pemerintah Terhadap Aman Abdurrahman

JARRAK.ID

Published

on

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Doc. Net)

SURABAYA – JARRAK.ID – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian menegaskan serangkaian aksi teror di Surabaya, Jawa Timur yang sudah berlangsung sejak kemarin, merupakan reaksi atas tindakan pemerintah terhadap Aman Abdurrahman, tokoh yang dipercaya sebagai pimpinan tertinggi ISIS di Indonesia.

“Diduga pembalasan kelompok JAD (Jamaah Ansharu Daulah) karena Aman Abdurahman, yang harusnya keluar Agustus tahun lalu, ditangkap kembali,” kata Tito dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Senin, (14/05/2018).

Sebagaimana diketahui, Aman Abdurrahman saat ini kembali ditangkap aparat kepolisian dan dituduh sebagai dalang aksi teror di Thamrin, Jakarta, 2016 silam. Sejauh ini Aman Abdurrahman masih mengikuti serangkaian proses hukum atas sangkaan yang dituduhkan kepadanya.

Tito juga menegaskan para pelaku teror di Surabaya berasal dari anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya. Selain aksi balasan terhadap sikap pemerintah, Tito mengatakan aksi teror sengaja dilakukan atas intruksi ISIS.

“Motifnya terkait serangan ini atas instruksi ISIS sentral yang mereka terdesak dan memerintahkan sel lain di seluruh dunia bergerak. Selain serangan di Surabaya, ada serangan di Paris minggu kemarin, menggunakan pisau,” kata Tito.

ISIS Sedang Terdesak

Sebagaimana sering diwartakan berbagai media asing, ISIS saat ini sedang berada dalam tekanan pasca wilayah kekuasaan mereka lambat laun terus berkurang seiring dengan gencarnya agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di wilayah Irak dan Suriah.

Situasi ini memicu kekhawatiran para petinggi ISIS yang takut para anggotanya kembali ke negara masing-masing. Oleh karena itu, serangkaian aksi teror termasuk di Surabaya merupakan aksi yang dipicu oleh campur tangan ISIS.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer