Connect with us

Daerah

Kapolresta Denpasar Perintahkan Anggotanya Tembak di Tempat Jika Muncul Indikasi Aksi Teror

JARRAK.ID

Published

on

Kapolresta Denpasar, Kombes (Pol) Hadi Purnomo (Doc. Net)

DENPASAR – JARRAK.ID – Seluruh markas kepolisian di tanah air terus meningkatkan pengamanan dan kesiapsiagaan pasca insiden aksi teror yang terjadi di Mapolrestabes Surabaya pada Senin, (14/05/2018) dan Mapolda Riau pada Rabu, (16/05/2018) pagi. Pengetatan pengamanan juga terlihat di Mapolresta Denpasar, Bali.

Kapolresta Denpasar, Kombes (Pol) Hadi Purnomo memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk menembak mati para terduga teroris apabila ada potensi melakukan aksi teror.

Sebelumnya Mabes Polri mengintruksikan kepada sepada seluruh pimpinan di daerah agar menyampaikan perintah untuk melakukan penembakan di tempat apabila ada serangan teror dari para terduga teroris.

“Bila terjadi penyerangan, saya sudah perintahkan kepada anggota tembak di tempat. Jadi itu keputusan, kita serahkan kepada anggota di lapangan jadi jangan menunggu-nunggu dari pimpinan lagi. Langsung lakukan tindakan di tempat,” kata Hadi kepada wartawan di halaman Mapolresta Denpasar, Rabu (16/05/2018).

Menurut Hadi, berdasarkan hasil pemantauannya Bali khususnya daerah Denpasar dalam situasi yang aman. Kendati demikian, pihaknya tetap memerintahkan seluruh anggota Korp Bhayangkara di lingkungan Polresta Denpasar membawa senjata laras panjang dan laras pendek dengan berisi peluru dan memakai baju anti peluru saat berjaga dimarkasnya, untuk mengantisipasi serangan dari teroris.

“Hal itu, untuk mengantisipasi serangan atau kejadian-kejadian yang sebelumnya sudah terjadi. Sehingga bali tetap berada dalam situasi yang aman,” ujar mantan Kapolres Gianyar tersebut.

Untuk kegiatan di malam hari, Hadi sudah menambah jumlah personel kepolisian untuk melakukan penjagaan dipusat-pusat keramaian seperti di Kawasan Kuta, Pantai Sanur, dan Kuta Selatan. Demikian sengaja dilakukan kata Hadi, untuk menjaga keamanan dan ketenangan para wisatawan.

Selan itu, Hadi juga sudah berkooordinasi dengan setiap pelaku usaha hiburan malam untuk menutup tempatnya lebih awal. Hal ini kata Hadi, untuk mencegah hal-hal yang tidak dikehendaki, seperti aksi teror.

Baca Juga:  KPU Kota Bekasi Diminta Transparan Soal Verifikasi Ijazah Peserta Pilkada

“Kita sudah meminta dan berkomunikasi dengan seluruh pemilik hiburan malam untuk mulai mengurangi jam operasinya di waktu malam. Hal itu, mengantisipasi jangan sampai terjadi hal-hal tidak diinginkan. Jadi itu antisipasinya, apabila terjadi serangan-serangan teroris anggota seluruhnya sudah siap semua,” tandas Hadi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer