Connect with us

Mancanegara

Kalahkan 19 Partai Lain, Hun Sen Kembali Memimpin Kamboja Setelah 33 Tahun Berkuasa

JARRAK.ID

Published

on

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pemilu Kamboja yang baru saja digelar kemungkinan besar akan kembali mengantarkan Perdana Menteri Hun Sen sebagai pemegang kekuasaan di negara itu. Pasalnya, dari perhitungan suara yang mulai dilakukan, terlihat nomor urut 20 menang telak dihampir semua TPS di Kamboja. Nomor 20 unggul diantara 19 partai pesaingnya.

Dalam Pemilu Kamboja, hampir di setiap TPS terdengar pekikan suara “leik mapai”. Kata tersebut jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti nomor 20. Diketahui, nomor 20 merupakan nomor urut Partai Rakyat Kamboja atau CPP.

CPP adalah partai milik Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, yang sudah berkuasa di Kamboja selama 33 tahun.

Prediksi kemenangan partai besutan Hun Sen itu dikuatkan dengan hasil hitung cepat yang menunjukkan ‘mulusnya’ jalan Hun Sen untuk kembali memimpin Kamboja. Dijadwalkan, pengumuman resmi terkait hasil Pemilu Kamboja akan dilakukan tiga hari pasca pemungutan suara.

“Kami menyambut hasil pemilu Kamboja dan menghimbau seluruh pihak menghormati hasil pemilu,” kata Agung Laksono, satu dari 10 anggota pemantau dari Indonesia, Minggu, (29/07/2018).

Dalam Pemilu Kamboja tahun ini, sebanyak 50 negara hadir sebagai tim pemantau.

Pemantau dari Libanon misalnya mengaku sangat mengapresiasi Pemilu Kamboja tahun ini lantaran tercatat sebanyak 80% warga Kamboja menyalurkan hak suara mereka. Tim pemantau dari Libanon juga berharap melalui Pemilu Kamboja ini akan terwujud perdamaian abadi di negara tersebut.

Terkait hasil pemilu Kamboja 2018, Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng menilai masyarakat Kamboja belum lupa pada trauma masa lalu. Masyarakat Kamboja merindukan keterbukaan tetapi ingin kondisi tetap kondusif dan pemerintahan saat ini berhasil wujudkan itu.

“Masa lalu yang kelam belum hilang sehingga masyarakat belum ingin mengorbankan kestabilan itu untuk mendapatkan keterbukaan. Apalagi ada beberapa negara di dunia yang masyarakatnya mau terbuka tapi malah terjadi ketidakstabilan, bahkan kemunduran,” kata Sudirman.

Baca Juga:  Ini Daftar Penantang Vladimir Putin di Pemilu Rusia 2018

Dubes Sudirman juga menceritakan selama masa kampanye Pemilu Kamboja berlangsung, tak ada warga yang merasa takut atau khawatir, bahkan negara memberlakukan aturan libur agar para warga Kamboja bisa menyalurkan hak suara mereka. Hal itu disebut Sudirman juga berlaku kepada warga Kamboja yang sedang dalam perantauan. Dengan diberlakukannya libur demi Pemilu, harapannya warga Kamboja yang merantau dapat pulang kampung menyalurkan hak suara mereka.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer