Connect with us

Daerah

Kades Manding Laok Diduga Aniaya Warganya, Korban Terbaring di Rumah Sakit

HOLIDI

Published

on

Sadiq warga Desa Manding Laok, Manding, Sumenep korban dugaan pemukulan oleh oknum kepala desa setempat sedang menjalani perawatan di Puskesmas Manding (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Kepala Desa Manding Laok, Manding, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Eis diduga melakukan aksi pemukulan terhadap warganya sendiri, Sadiq.

Akibat insiden pemukulan tersebut, Sadiq masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Mading akibat luka parah di pelipis kirinya.

Ditemui di ruang perawatan, Sadiq mengaku aksi pemukulan terjadi pada Minggu sore, (26/08/2018) yang dipicu oleh kesalahpahaman terhadap pernyataan korban.

Peristiwa berawal saat Sadiq bersama temannya sedang menyaksikan acara karnaval yang diselenggarakan oleh Kecamatan Manding. Lalu kata Sadiq, ada temannya yang menanyakan kades Manding Laok.

Sambil berseloroh, Sadiq menjawab kalau ingin tahu Kades Manding Laok harus terlebih daluhu bertanya kepada dirinya.

“Karena saya yang punya alas (wilayah, red),” kata Sadiq.

Tiba-tiba kata Sadiq, Kades Manding Laok menghampiri dirinya dan menanyakan apa maksud perkataan dirinya sebagaimana disampaikan kepada temannya.

Lalu Eis, kata Sadiq mengajak dirinya bertemu di jalan pertigaan tak jauh dari lokasi tempat dia menonton acara karnaval.

“Saat saya tiba di tempat sebagaimana ditunjukkan kades, tangan saya lalu ditarik dan jatuh, kemudian saya dipukul oleh kades beserta anak buahnya. Dalan posisi terjatuh, saya juga diinjak-injak” tegas Sadiq.

Sementara itu keluarga korban, Fawait mengaku sudah membawa kasus dugaan penganiayaan ini ke ranah hukum. Pihaknya sudah melaporkan ke Polres Sumenep dengan Nomer Laporan: STPL/236/VIII/2018/Jatim/res.smp.

Keluarga korban dugaan pemukulan, Fawait (Doc. JARRAK)

“Kita berharap setelah resmi dilaporkan, segera ditindaklanjuti pihak kepolisian. Karena ini bukan kasus biasa. Ini menunjukkan kesewenang-wenangan oknum kepala desa, yang seharusnya tidak melakukan perbuatan tidak terpuji,” tegas Fawait.

Baca Juga:  Hingga Kini Pemukul Anak Menpora Tak Kunjung Ditetapkan Sebagai Tersangka

Berita Populer