Connect with us

Politik

Kadernya Kembali Dibekuk KPK, PDIP Sebut Bagian dari Rivalitas Pilkada

JARRAK.ID

Published

on

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo merupakan calon petahana dalam Pilkada Tulungagung tahun 2018. Syahri didukung oleh koalisi PDIP dan Partai NasDem.

Kendati demikian, status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kader partai berlambang moncong putih tersebut memupuskan asa Syahri untuk kembali merebut tampuk kemepimpinan Tulungagung dalam lima tahun dekan.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bicara dugaan rivalitas pilkada terkait kasus dugaan suap yang juga menyeret Syahri Mulyo tersebut.

“Kami baru mempelajar terhadap persoalan tersebut karena ini kan sangat mengejutkan. Seperti tim kami itu sebelum ada (OTT) terima SMS, bahwa akan terjadi perubahan di Tulungagung yang terkait dengan rivalitas pilkada sehingga tentu saja kami mencermati hal tersebut,” kata Hasto kepada wartawan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, (08/06/2018).

Hasto menegaskan, partainya langsung memecat pengurus/kader yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) tindak pidana korupsi.

“Tapi kami melihat apakah ada unsur politik terkait dengan persoalan Pilkada di daerah tersebut,” sambung Hasto.

Walkot Blitar dan Bupati Tulungagung menjadi tersangka suap. Samanhudi dan Syahri Mulyo, lolos dari operasi tangkap tangan (OTT).

OTT itu digelar KPK pada Rabu, (06/06/2018). Total ada 5 orang yang diamankan KPK, 4 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Samanhudi dan Syahri yang tidak terjaring OTT juga ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:  Hari Ini Prabowo Temui Ustad Abdul Somad, Ini Tujuannya

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer