Connect with us

Politik

Jusuf Kalla: Pertemuan Kedua Capres Penting untuk Ciptakan Kedamaian

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pelaksanaan pemilu telah usai, namun banyak permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu serentak 17 April kemarin.

Mulai dari meninggalnya petugas KPPS, klaim kemenangan hingga dugaan kecurangan. Hal tersebut membuat dalam masyarakat.

Untuk itu, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berharap agar kedua capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto untuk segera bertemu.

Menurutnya, pertemuan kedua calon tersebut penting untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan di masyarakat pasca Pilpres 2019.

“Pentingnya kalau di atas sudah bersatu, di bawah juga akan ikut bersatu,” katanya usai menerima kedatangan sejumlah tokoh Islam dan pimpinan ormas Islam, Senin, (22/04/2019).

“Tentu diharapkan tadi makin cepat makin baik, apabila Pak Jokowi dapat bertemu dengan Pak Prabowo. Kita mendukung apabila ada rekonsiliasi seperti itu,” terangnya.

Selain itu, ia juga berharap masyarakat bisa tertib dan menunggu penetapan resmi dari KPU RI.

“Semoga masyarakat tertib dan menunggu dengan sabar tanggal 22 Mei tanpa berbuat kekerasan atau pun perselisihan,” jelasnya.

Pertemuan tersebut membahas terkait pemilu dan Islam Indonesia. Tentang Islam Indonesia, katanya, sepakat menjalankan organisasi dengan pikiran jangka panjang bagaimana Islam di Indonesia tetap moderat dan wasathiyah.

“Dan juga melaksanakan amal ibadah yang baik apalagi ini menjelang bulan Ramadhan,” imbuhnya.

Sejumlah tokoh Islam dan pimpinan ormas Islam dan tokoh Islam yang hadir dalam pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nazaruddin Umar, Din Syamsuddin, Jimly Asshidqie, dan Komaruddin Hidayat.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer