Connect with us

Daerah

Jual Saham Bir, Anies-Sandi Dituding Hanya untuk Lunasi Janji Kampanye Saja

JARRAK.ID

Published

on

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pengamant Kebijakan Publik Universitas Trisakti Jakarta, Trubus Rahardiansyah menyebut keputusan Pemprov DKI Jakarta yang melepas seluruh saham PT Delta Djakarta Tbk, merupakan keputusan yang kurang tepat.

Menurut Trubus, keputusan Anies Baswedan dan Sandiaga uno tersebut hanya sekedar untuk melunasi janji kampanye sebagaimana sering disampaikan pada kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

“Sampai hari ini, Gubernur (DKI Jakarta) hanya nafsu menjual. Tetapi, belum bisa memetakan manfaat menjual saham itu (saham Delta Djakarta),” ujar Trubus di Jakarta, Jumat malam, (18/05/2018).

Dugaan hanya untuk lunasi janji kampanye juga dibenarkan oleh Anggota DPD RI DKI Jakarta, Fahira Idris. “Selain menolak reklamasi, pelepasan saham di pabrik bir ini menjadi salah satu alasan kenapa warga memilih Anies-Sandi pada pilkada lalu,” terang Fahira melalui keterangan tertulis.

Sebelumnya Anis Baswedan membenarkan jika pihaknya sudah memiliki sikap tegas untuk melepas saham bir miliki Pemprov DKI. Kendati demikian, Anies belum merinci uang hasil penjualan akan digunakan buat apa. Tetapi Anies memastikan hasil penjualan untuk program-program pendidikan Pemprov, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.

“Kami jalankan ini dulu sambil menyusun APBD-P (Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah Perubahan) nanti,” imbuh Anies pada pertengahan pekan lalu.

Sebagaimana diketahui, PT Delta Djakarta Tbk merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan menjadi salah satu penyumbang dividen bagi Pemprov. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata sumbangsih dividen Delta ke Pemprov mencapai Rp38 miliar per tahun.

Belum Tuntas

Selain itu, Trubus menyampaikan sekalipun Anies-Sandi menjual saham bir milik BUMD bukan berarti utang kampanye sudah lunas. Pasalnya, keputusan melepas seluruh saham bir tersebut terkesan terburu-buru dan tidak dilakukan dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku.

Baca Juga:  Anies Biayai Perjalanan Ratna Ke Chile, Gerindra: Jika Sesuai Aturan, Tak Masalah

Menurut Trubus, seharusnya Pemprov mendapatkan persetujuan DPRD terlebih dahulu sebelum mengumumkan keputusan ke publik. Setelah itu, DPRD akan membentuk tim khusus untuk membahas penjualan saham, serta mengkaji pemanfaatan uang dari hasil pelepasan saham.

“Ketika sudah disetujui bersama, baru lah pelepasan saham akan dituang dalam peraturan daerah dalam rapat paripurna,” kata Trubus.

Tak cuma itu, Trubus juga menilai penggunaan uang hasil penjualan saham ke program-program sosial kurang tepat. Toh, kebijakan-kebijakan itu sudah memiliki pos anggaran sendiri.  Trubus lebih sepakat jika uang hasil penjualan saham digunakan untuk berinvestasi kembali. Bukan konsumsi, seperti yang direncanakan Anies-Sandi.

“Bisa dialihkan ke sektor-sektor strategis, tapi investasi. Bukan konsumsi,” imbuh Trubus.

Lebih lanjut ia menambahkan Anies-Sandi harus mampu menjelaskan secara gamblang dan konkret urgensi penjualan saham bir. Jika tidak, potensinya justru penyalahgunaan wewenang.

“Berpotensi abuse of power (penyalahgunaan wewenang), berpotensi korupsi. Penggunaan tidak jelas menumbulkan penyimpangan yang besar. Ada deal-deal (kesepakatan-kesepakatan) pihak lain yang bermain, entah pengusaha siapa,” pungkas trubus.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer