Connect with us

Daerah

JPNU Kecam Keras Pihak yang Sebut Penusukan Terhadap Wiranto Direkayasa

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Jaringan Pemuda Nusantara (JPNU), Andi Amar (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Jaringan Pemuda Nusantara (JPNU), Andi Amar mengecam keras sejumlah pihak yang menuding bahwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto direkayasa.

Ia mengatakan bahwa mereka sengaja ingin membuat suasana menjadi semakin gaduh.

“Tudingan (penusukan terhadap Wiranto direkayasa, red) itu sungguh keterlaluan. Padahal itu menjadi alarm bagi kita semua bahwa gerakan radikal di Indonesia masih membahayakan dan berpotensi mengancam stabilitas dan keamanan negara,” kata Amar melalui keterangan resminya kepada Jarrak.id, Sabtu, (12/10/2019).

Andi Amar menyebut jika penusukan terhadap Wiranto merupakan bentuk perlawanan terhadap negara.

“Karena Wiranto merupakan representasi dan perwakilan negara yang sedang menghadiri undangan masyarakat. Sehingga penyerangan terhadap beliau murni perlawanan terhadap negara.”

Ia meminta aparat kepolisian dapat memproses dengan tegas pelaku penusukan terhadap Wiranto, yang disinyalir berafiliasi dengan kelompok yang sering melakukan aksi teror di Indonesia.

“Saya kira polisi tak perlu ragu dicap sebagai pelanggar HAM dalam melakukan penindakan terhadap pelaku terorisme, karena justru kekerasan yang dilakukan para teroris itu sendiri yang merupakan pelanggaran HAM, Karena itu aparat harus tegas dalam memerangi para terorisme dan radikalisme ini,” tutur Andi Amar.

Ansi Amar sangat mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan mengusut tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.

“Karena kelompok teror bukan hanya membahayakan, tapi juga mengancam keselamatan elemen bangsa. Jadi mari kita dukung langkah-langkah yang akan dilakukan aparat kepolisian dan lembaga terkait dalam memberantas kelompok pengacau ini,” tegas dia.

Andi Amar juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat termasuk kaum muda untuk lebih arif dalam menggunakan media sosial. Karena saat ini sudah menjadi rahasia umum kalau media social dijadikan sebagai alat penyebaran konten-konten radikalisme.

“Masyarakat harus bersatu melawan radikalisme dan jangan member ruang kosong kepada para pelaku, apalagi sampai kehilangan rasionalitas dan malah mendukung aksi tersebut,” tandas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer