Connect with us

Elektoral

Jokowi-Ma’ruf Diprediksi Akan Tumbang di Sembilan Provinsi Ini

JARRAK.ID

Published

on

Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Jerrie Massie mengatakan jika Pilpres 2019 mirip dengan Pilpres 2019. Pasalnya calon presidennya sama, Jokowi dan Prabowo.

“Capresnya sama saja, Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” ucapnya di Jakarta, Kamis, (10/01/2019)

Berdasarkan data perolehan suara pemilu presiden 2014 dari KPU, Jerrie mencatat pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menanag di 24 provinsi (karena pemilih luar negeri dihitung seperti satu provinsi) serta kalah di 10 provinsi. Sebaliknya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang di 10 provinsi dan kalah di 24 provinsi.

Menurut Jerrie, provinsi yang sudah dimenangkan masing-masing kandidat akan menjadi basis massa di 2019. Itulah sebabnya kata Jerrie, Pilpres 2019 apabila kontestan bisa menang di daerah yang sebelumnya kalah.

Jerrie melihat, pasangan Jokowi-Ma’ruf saat ini konsen menggarap daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Sebaliknya, pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno berkonsentrasi menggarap daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kalau kedua pasangan capres-cawapres ini dapat menang di daerah-daerah yang konsen digarapnya, maka pemilu presiden akan semakin ramai,” ujarnya

Namun, Jerrie menilai, pasangan Jokowi-Ma’ruf masih cukup berat untuk menang di Provinsi Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, NTB, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo, karena merupakan basis massa Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat yang merupakan pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi.

Jerrie juga melihat tim kampanye kedua pasangan capres-cawapres saat juga membidik sasaran pemilih kaum milenial yang jumlahnya sangat besar, yakni sekitar 40 persen dari jumlah total pemilih.

Baca Juga:  Ini Perbedaan #2019GantiPresiden dengan #2019PrabowoPresiden Menurut Mardani Sera

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer