Connect with us

Politik

Jokowi Janjikan Kartu Prakerja, PKS: Seperti Panadol, Hanya Menghilangkan Nyeri

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengkritik janji Joko Widodo sebagaimana disampaikan dalam Konvensi Rakyat yang akan memberikan KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra Kerja.

Mardani mengatakan, janji Jokowi merupakan ekspresi kepanikan karena target pertumbuhan ekonomi 7% tidak bisa diwujudkan dalam pemerintahannya.

“Tentu ini tanda kepanikan 01 karena pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan target 7 persen, lapangan pekerjaan tidak tersedia,” kata Mardani saaat dihubungi wartawan, Senin, (25/02/2019).

Menurut Mardani, Kartu Prakerja hanya sebagai obat nyeri, yang hanya bisa memenangkan sesaat. Padahal yang dibutuhkan rakyat Indonesia adalah lapangan pekerjaan.

“Makanya, program darurat yang seperti panadol cuma menghilangkan rasa nyerinya dikasih Prakerja, Kartu Prakerja. Yang diperlukan bukan Kartu Prakerja, yang dibutuhkan pekerjaan yang itu gagal untuk disediakan,” sebut Mardani.

Mardani juga mengkritik program KIP Kuliah. Menurutnya, pemerintah pusat ketinggalan dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Kartu kuliah, di DKI lebih advance bahkan, sudah ada duluan, Kartu Jakarta Kuliah. Masa pemerintah kalah dengan DKI Jakarta, baru sekarang,” ucapnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer