Connect with us

Politik

Jokowi Bebaskan Abu Bakar Ba’asyir, Gerindra: Stop Pencitraan!

JARRAK.ID

Published

on

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Gerindra mengkritik pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir yang cenderung dilebih-lebihkan.

“Tolong jangan lagi dibangun narasi-narasi pencitraan seolah Jokowi peduli Ustaz Ba’asyir,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu, (19/01/2019).

Menurut Andre, Ba’asyir memang sepantasnya mendapatkan pembebasan bersyarat. Pasalnya sudah menjalani dua pertiga dari masa hukuman yang dijatuhkan pengadilan.

Ba’ayir sebelumnya divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan tahun 2011 lalu.

Ba’asyir sudah menjalani hukuman 8 tahun penjara di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Andre menegaskan, Ba’asyir memang sudah sepantasnya bebas sekalipun tanpa peran Jokowi.

Andre juga menyinggung peran Yusril Ihza Mahendra yang disebut memberikan saran untuk Jokowi agar membebaskan Ba’asyir.

“Tanpa campur tangan Jokowi, apalagi nasihat Yusril, Ustaz Ba’asyir memang sudah saatnya mendapatkan hak beliau sebagai terpidana. Jadi Ustaz Ba’asyir itu tanggal 23 Desember 2018 harusnya sudah dapat pembebasan bersyarat,” sebut Andre.

Sebelumnya Presiden Jokowi menegaskan, alasan pembebasan Ba’ayir karena alasan kemanusiaan, karena usianya sudah menginjak 81 tahun. Jokowi juga sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak terkait alasan pembebasan Ba’asyir.

“Yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya, beliau kan sudah sepuh. Ya pertimbangannya kemanusiaan,” jelas Jokowi.

Baca Juga:  SBY Kampanyekan Prabowo-Sandi Maret 2019, Gerindra Pasrah

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer