Connect with us

Bisnis

JK Optimis Divestasi 51 Persen Saham Freeport Akan Berjalan Lancar

JARRAK.ID

Published

on

PT Freeport Indonesia (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Divestasi saham Freeport sejumlah 51% untuk pemerintah Indonesia menuai sejumlah kritik dan polemik. Namun optimisme datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menyebutkan jika keputusan awal antara Pemerintah RI dengan Freeport McMoran Inc soal pengalihan sebagian saham PT Freeport Indonesia akan berjalan dengan lancar.

Diketahui, pemerintah bersama pihak Freeport McMoran beberapa waktu lalu telah meneken kesepakatan Head of Agreement (HoA) soal pengambilalihan 51% saham Freeport untuk pemerintah RI.

Sayang, langkah tersebut menuai berbagai kritik dan polemik dikalangan publik lantaran banyak pihak menilai jika kesepakatan tersebut belum pasti akan terealisasi.

“Namanya saja Head of Agreement, kepala, atau hanya prinsipnya. Jadi prinsip dari persetujuan ini sudah disetujui, tinggal didetailkan. Itu nanti urusan staf, lawyer, macam-macam terlibat jadi optimistis itu bisa jalan,” ujar JK saat ditemui di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa, (17/07/2018).

Pemerintah Perpanjang Kontrak Freeport

Di sisi lain, JK memastikan pemerintah Indonesia akan memperpanjang konsesi Freeport yang masa kontraknya habis pada 2021.

“Indonesia punya hak memperpanjang dan Indonesia juga yang membeli. Masa Indonesia beli langsung berhenti, kan enggak. Jadi otomatis itu,” tegas JK.

Tak hanya itu, JK juga menghimbau agar semua pihak tak terlalu mempersoalkan terkait sumber pendanaan transaksi yang disebut-sebut bakal didanai dari pinjaman 11 bank asing itu.

JK berdalih jika pemerintah RI hanya mengandalkan pinjaman bank dalam negeri maka hal itu menurutnya justru akan menimbulkan persoalan baru terkait dengan neraca pembayaran.

“Kalau dana dari sini (Indonesia) diambil US$ 3 miliar sampai US$ 4 miliar bisa masalah neraca pembayarannya, karena ini bukan barang yang baru mulai dibangun. Begitu diambil tahun depannya sudah ada penghasilan kan, mungkin reinvestasi lagi tapi artinya tidak meragukan bahwa ini jalan,” terang JK.

Baca Juga:  Media Israel Sebut Wapres JK Gelar Pertemuan Rahasia dengan Benjamin Netanyahu di AS

Sebelumnya, rencana pemerintah Indonesia untuk mengambil alih 51% saham Freeport banyak dikritik lantaran dinilai masih akan jauh dari realisasi.

Pasalnya, kesepakatan yang dibuat baru menyepakati soal besaran harga divestasi saham tersebut antara pemerintah RI dalam hal ini melalui PT Inalum dan pihak Freeport McMoran beserta Rio Tinto. Dalam negosiasi harga tersebut Freeport dan Rio Tinto diketahui menyepakati harga US$ 3,85 miliar atau sekitar Rp55 triliun untuk divestasi saham Freeport.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer