Connect with us

Politik

Jika Paksakan Berpasangan Dengan Puan Maharani, Jokowi Akan Tumbang

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – PDI-P menyebut Puan Maharani dan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dalam daftar cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Sejumlah kalangan memperkirakan,  Jokowi lebih memilih AHY atau empat ketua umum parpol dan tokoh non parpol lainnya ketimbang Puan Maharani. Kalau berpasangan dengan Puan, elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta  itu akan menguap, sehingga bisa kalah atau tumbang dalam pertarungan pilpres.

“Kalau disandingkan dengan AHY lebih besar atau berpasangan dengan ketua umum parpol dan tokoh lain, kemungkinan menang. Tapi kalau  dipasangkan dengan Puan, suara yang menjadi modal elektabilitas Jokowi malah menguap. Akhirnya  pasangan Jokowi dan Puan bisa-bisa kalah,” kata pengamat politik S Indro Tjahyono di Jakarta, Kamis (15/03/2018).

Menurut aktivis 77/78 ini, kalau berdasar polling,  AHY sebagai cawapres ratingnya tinggi ketimbang Puan. Bahkan mengalahkan tokoh-tokoh senior  yang selama ini disebut-sebut diusung menjadi cawapres. Tetapi keterpilihan pasangan Jokowi-AHY harus dikalkulasi dengan dampak politik nyata yang ditimbulkan.

Misalnya, kata Indro, resistensi politik dari parpol yang cawapresnya diapkir. “Lalu apakah resistensi itu bisa dicegah melalui model pembagian kekuasaan (power sharing) tertentu? Jika parpol tetap ngotot, dan menglihkan dukungannya kepada pasangan lain, ini baru jadi persoalan,” paparnya.

Tetapi melihat karakter parpol yang sudah  tidak lagi berbasis ideologi atau tidak lagi feodalistik, lanjut Indro, maka dipastikan resistensi dari parpol atas pasangan Jokowi-AHY tidak ada. Parpol pada dasarnya lebih rasional membandingkan antara “menang tidak sepenuhnya atau kalah”. Semua parpol ingin menang saat ini dan tidak mau menunda lima tahun lagi.

Sandal Jepit

Saat ini, diakui Indro, rating popularitas dan elektabilitas Jokowi sangat tinggi, maka Jokowi mau disandingkan dengan siapa saja bahkan dengan sandal jepit pun  akan menang. Dalam hal inilah Megawati mendorong Puan Maharani sebagai cawapres Jokowi. Namun seharusnya pasangan tidak diukur dari menang kalah, melainkan juga tingkat keterwakilan (representativeness)  dari pendukung yang heterogin. Dengan demikian setiap kebijakan dari  calon terpilih akan mendapat dukungan politik dan sosial yang mantab.

Baca Juga:  Setuju Pernyataan Habib Rizieq, Fadli Zon: Jokowi Stop Pencitraan!

“Kalau Jokowi memilih Puan sebagai Wakil,  tentu basis legitimasinya akan rendah. Berangkat dari pemikiran ini,Jokowi tentu lebih memilih cawapres bukan dari pendukung tradisionalnya,” papar Indro.

Sebelumnya, Wakil Sekjen PDI-P Ahmad Basarah menyebutkan, politisi PDI-P yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani masuk dalam daftar calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019.

Basarah mengatakan, selain Puan, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga masuk dalam daftar cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Demikian pula dengan sejumlah nama lainnya seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Romhurmuziy

Hal itu disampaikan Basarah saat ditanya kandidat cawapres pendamping Jokowi dari internal PDI-P.

“Ada Puan Maharani dan lain-lain masuk list kami. Sekarang kami sedang lakukan pengkajian mendalam terhadap semua calon itu,” kata Basarah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/03/2018).

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer