Connect with us

Politik

Jika KPK Tak Ingin Bubar, Jokowi Harus Tetap Jadi Presiden

JARRAK.ID

Published

on

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Purbalingga, Jawa Tengahm, Tasdi. Atas keberhasilan ini, KPK terus mendapatkan dukungan dan apresiasi publik.

Sekali lagi kita ucapkan Selamat kepada KPK yang kembali melakukan OTT terhadap Bupati Purbalingga,” tulis Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial Rustam Ibrahim di aku media sosial Twitter sebagaimana dikutip Jarrak.id, Selasa, (05/06/2018).

Menurut dugaan Rustam, KPK akan tetap berdiri kokoh selama Jokowi masih menjadi presiden. “Karena banyak politisi yang menginginkan KPK bubar,” tulis dia.

Selama Jokowi jadi presiden, Rustam menyebut KPK tetap diberikan ruang untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan para pejabat negara dan politisi.

Tapi jika Presiden berganti, KPK bisa-bisa tidak ada lagi, karena banyak politisi yang menginginkan KPK bubar,” tulis Rustam Ibrahim

Jika anda ingin jaminan bahwa KPK tetap aman, tidak akan dibubarkan, maka upayakan Presidennya tetap @jokowi soalnya banyak politisi ingin KPK bubar,” Rustam Ibrahim menambahkan.

Rustam mengatakan saat ini kinerja KPK dalam kegiatan pemberantasan korupsi sudah sangat baik. Sekalipun kata Rustam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia masih cukup rendah.

“Indeks demokrasi akan naik, bukan karena KPK “istirahat” menangkap kepala daerah, tapi jika kepala daerah dan pejabat publik lainnya istirahat atau berhenti korupsi. Jangan dibalik!” tulis dia.

Dalam OTT di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin, (04/06/2018), KPK mengamankan empat orang terkait tindak pidana korupsi terkait dengan proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahun anggaran 2018..

Keempat orang yang ditangkap, yaitu Tasdi, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan berinisial HDI, seorang ajudan berinisial TGP, dan seorang karyawan swasta berinisial ANB. KPK juga mengamankan NBB (swasta) dan HMD (swasta) di Jakarta.

Baca Juga:  Ratusan Massa Beratribut #2019GantiPresiden Geruduk Gerai Markobar Milik Putra Jokowi, Begini Ceritanya

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer