Connect with us

Politik

Jelang Debat Ketiga, Begini Saran Rizal Ramli untuk Sansiaga Uno

JARRAK.ID

Published

on

Mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli (Doc. Net)

YOGYAKARTA – JARRAK.ID – Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan debat Pilpres ketiga yang akan mempertemukan KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno bisa menjadi bumerang bagi mantan Wagub DKI Jakarta tersebut.

“Memang saya tergoda buat melihatnya. Bayangin, yang satu kiai yang satu pengusaha. Karena situasinya akan serba salah,” kata Rizal Ramli saat berbincang dengan awak media di Silol Kopi & Eatery Jalan Suroto Kota Yogyakarta, Sabtu, (02/03/2019).

Pasalnya kata Rizal, jika Sandi terlalu menyerang Ma’ruf Amin, maka Sandi akan diklaim kurang sopan.

“Kalau Sandiaga Uno terlalu agresif ngritik Kiai (Ma’ruf Amin) ya kan, rakyat juga enggak suka gitu lho, ya kan. Bisa dituduh macam-macam. Tapi kalau dengerin Pak Kiai Haji cerita itu kayak kuliah agama, ya kan. Jadi serba salah,” imbuhnya.

Karena itu, Rizal Ramli berharap moderator dalam debat ketiga nanti bisa menyampaikan pertanyaan yang lebih tajam. Harapannya kedua capres yang sedang bersaing bisa menunjukkan kapasitasnya masing-masing.

“Karena kalau (debat ketiga) hanya basa-basi, kalau debatnya penuh tata krama, saling sopan, ya pasti bosen lah. Rakyat pasti pindah channel (televisi),” sebutnya.

Oleh karena itu, Rizal menyarankan agar KPU memilih moderator yang tepat dalam memandu debat tersebut.

“Moderatornya (harus) canggih. Berhasil memancing keduanya (cawapres) buat keluar aslinya,” ujar Rizal Ramli.

Sebagaimana diketahui, debat putaran ketiga yang akan mempertemukan kedua cawapres mengusung tema ‘pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan’.

Debat akan digelar pada 17 Maret mendatang di The Sultan Hotel Jakarta, dan akan disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi.

Baca Juga:  RUU Terorisme Juga Perkuat Peran Intelijen untuk Menangkal Aksi Teror

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer