Connect with us

Politik

JARRAK Sebut Sejumlah Tokoh Bali Layak Masuk Kabinet Pemerintahan Jokowi, Ini Daftarnya

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Pembina Badan Pimpinan Wilayah Jaringan Reformasi Rakyat (BPW Jarrak) Bali, I Gede Putu Sudiarta (Doc. JARRAK)

DENPASAR – JARRAK.ID – Ketua Badan Pimpinan Wilayah Jaringan Reformasi Rakyat (BPW Jarrak) Bali, I Gede Putu Sudiarta berharap agar Presiden Joko Widodo dapat memberikan peluang kepada tokoh Bali untuk ikut serta membantu pemerintahan dengan jabatan menteri dalam kabinet.

Pasalnya kata dia, perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Bali dalam Pilpres 2019 unggul telak dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin meraih 2.351.057 suara atau 91,68 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandi hanya mendapatkan suara 213.415 suara atau 8,32 persen. Dari sisi persentase, Bali merupakan daerah dengan kemenangan tertinggi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Artinya memberikan jabatan menteri kepada tokoh Bali bukan bagian dari politik transaksional, tetapi sebagai upaya memberikan penghargaan terhadap kerja keras seluruh elemen masyarakat Bali dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Sehingga ketika ada tokoh Bali yang dipercaya membantu pemerintahan, tentu akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bali,” kata Putu dalam keterangan resminya, Minggu malam, (30/06/2019).

Putu kemudian menjelaskan bahwa dalam pemerintahan presiden sebelumnya, tokoh Bali tidak pernah absen dalam kabinet. Pada Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla ada nama Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang dipercaya menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), kemudian Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Periwisata 2004-2009 dan 2009-2011 dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) 2011-2014 dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Selanjutnya I Gede Ardika yang menjadi Menteri Pariwisata dan Kebudayaan dalam Kabinet Gotong Royong pemerintahan Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz. Id Bagus Oka, Menteri Kependudukan dalam Kabinet Reformasi Pembangunan pemerintahan Presiden BJ Habibie. Ida Bagus Sudjana, Menteri ESDM dalam pemerintahan Presiden Soeharto, Ida Anak Agung Gde Agung yang menjadi menteri dalam Kabinet Persatuan Nasional pemerintahan Presiden Soekarno serta I Gde Gusti Raka.

“Ini menunjukkan bahwa tokoh Bali punya kompetensi dan kapasitas yang dibutuhkan untuk duduk sebagai menteri dalam pemerintahan. Itulah sebabnya, dalam pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua, kita begitu berharap juga ada tokoh Bali yang duduk kabinet,” tegas Putu.

Menurut Putu, jabatan menteri yang layak ditempati tokoh Bali diantaranya Menteri Pariwisata dan Kebudayaan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Lingkungan Hidup serta Menteri ESDM.

Putu kemudian menyebutkan beberapa nama yang patut dipertimbangkan oleh Presiden Jokowi sebagai menteri. Diantaranya Prof I Gede Pitana, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Pariwisata; Prof I Gede Wenten, akademisi Institut Teknologi bandung (ITB) yang berasal dari Buleleng, Bali.

Prof Dr Wiratmaja, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian ESDM dan mantan Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM; I Gede Ngurah Swajaya, mantan Duta Besar pertama Indonesia untuk ASEAN yang saat ini ditugaskan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura.

I Gusti Agung Wesaka Puja, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda; Wisnu Bawa Tenaya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP); I Made Pangku Pastika, mantan Gubernur Bali dua periode; I Wayan Koster, Gubernur Bali 2018-2023; Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, mantan Bupati Gianyar sekaligus Wakil Gubernur Bali.

Kemudian I Gede Pasek Suardika, anggota DPR 2009-2014 dan anggota DPD 2014-2019; Dewa made Juniarto Sastrawan, Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia, Ngurah Wirawan, Direktur Operasional PT Pengembangan Parawisata Indonesia serta Irjen Pol (Purn) I Ketut Untung Yoga Anna, Mantan Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri.

Tokoh lainnya yang layak dipertimbangkan masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi adalah Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Dia merupakan Bupati Tabanan yang menjabat sejak 2010-2015 dan 2015-2020.

“Nama-nama ini dianggap memiliki kualifikasi untuk masuk dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, terutama untuk beberapa kementerian yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan mereka,” tandas Putu

Advertisement

Populer