Connect with us

Politik

Jangan Baper, Pidato SBY Tak Singgung Pemerintahan Jokowi

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menegaskan pidato Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam HUT Demokrat ke-17 yang menyinggung soal ekonomi bukan bermaksud untuk menyindir Presiden Joko Widodo.

Menurut Syarief, apa yang disampaikan SBY lebih menekankan kepada pencapaian pemerintahannya dalam bidang ekonomi, yang mungkin bisa dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi.

“Bukan menyindir, pembangunan itu kan¬†sustainable¬†(berkelanjutan). Jadi apa yang sudah dicapai mudah-mudahan itu bisa dilanjutkan pemerintahan sekarang,” kata Syarief di Gedung Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin, (17/09/2018).

Menurutnya isi pidato SBY terkait capaian ekonomi di zamannya hanya merupakan umpan balik kepada pemerintah saat ini. Melalui hal itu, SBY justru sedang memberi saran dan masukan kepada pemerintah.

“Karena Pak SBY kan juga menghargai apa yang sudah dicapai pemerintahan sekarang ini, menghargai pembangunan yang sudah dicapai. Jadi pembangunan ini kan sistemnya suistainable,” kata dia.

SBU juga meneceritakan berbagai keberhasilannya selama 10 tahun memimpin Indonesia, terutama pencapaian ekonomi. Bahkan program pengentasan kemiskinan masa SBY dianggap sangat sukses, tetapi enggan dilanjutkan pemerintahan saat ini.

Dalam pidatonya Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan selama 10 tahun pemerintahannya, pertumbuhan ekonomi tumbuh rata-rata 6 persen. Kemudian pengangguran turun dari 9,9 persen menjadi 5,7 persen.

“Kemiskinan juga turun dari 16,7 persen menjadi 10,96 persen, artinya kita bisa menurunkan angka kemiskinan sekitar 6 persen, atau setara dengan 8,6 juta orang yang keluar dari jerat kemiskinan,” katanya.

Tak hanya itu, pendapatan per kapita di era SBY juga naik lebih dari 3 kali lipat dari Rp10,55 Juta menjadi Rp36,5 Juta.

“Artinya kenaikan tajam ini membuktikan bahwa kehidupan rakyat kita makin sejahtera. Rasio utang Pemerintah terhadap PDB juga menurun tajam dari 56,6 persen menjadi 25,6 persen, termasuk dapat kita lunasinya utang IMF lebih cepat dari jadwalnya,” katanya.

Baca Juga:  SBY Gelar Rapat Darurat Sikapi Pernyataan Nyeleneh Wiranto Soal Perusakan Bendera Demokrat

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer