Connect with us

Daerah

Jalan Ketawang Ganding Ditutup, Warga: Jangan-Jangan Kontraktor Mau Sembunyikan Penyimpangan

HOLIDI

Published

on

Jalan yang terletak di Ketawang Laok, Ganding, Sumenep yang ditutup karena sedang diperbaiki (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Akses jalan Ketawang Laok-Jembatan Pangorai, Ganding, Sumenep yang ditutup mendapatkan protes dari sejumlah warga.

Akibat penutupan tersebut, akses menuju Kecamatan Guluk-Guluk dan Kecamatan Pragaan terputus. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang sempit dan rusak.

“Dengan dalih dan alasan apapun, penutupan jalan ini tidak dapat dibenarkan. Apalagi jalan ini merupakan akses utama menuju Guluk-Guluk dan Pragaan,” keluh Ki Demang Nur, salah satu warga setempat kepada Jarrak.id, Rabu, (17/07/2019).

Dia curiga, kontraktor sengaja ingin menyembunyikan penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Karena faktanya di lapangan pengerjaan jalan diduga asal-asalan. Sehingga kalau dilalui kendaraan akan mudah rusak. Maka diduga kontraktor mau cari aman dengan cara jalan ditutup,” tegas dia.

Menurut dia, jalur alternatif yang dilalui masyarakat juga tidak representatif. Sehingga sering terjadi kemacetan dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

“Banyak warga mengeluh soal penutupan jalan ini. Makanya kita protes, ini kontraktor kok sewenang-wenang merampas hak masyarakat,” tandas dia.

Bukan Kewenangan Dishub

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep saat dimintai konfirmasi mengenai masalah ini mengaku bahwa masalah tersebut bukan kewenangan pihaknya.

“Langsung ke Dinas PU Bina Marga. Kalau terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) ke Dishub,” kata Sekretaris Dishub, Kawim kepada Jarrak.id, Selasa, (16/07/2019).

PU Bina Marga Bungkam

Kepala Bidang Teknik Dinas PU Bina Marga, Agus Arif Hidayat juga enggan mengomentari hal tersebut.

“Maaf mas, saya tak boleh mengomentari percakapan orang,” kata Agus saat jurnalis Jarrak.id mengirimkan screenshot jawaban pihak Dishub.

Saat ditanya, apakah pemberian izin penutupan jalan merupakan kewenangan Dinas PU Bina Marga atau bukan, Agus masih belum menjawab.

Banyak Penyimpangan

Sebelumnya, Proyek Peningkatan Jalan Ketawang Laok-Sungai Pangorai, Kecamatan Ganding, Sumenep dijumpai penyimpangan. Hal ini terbukti saat masyarakat setempat melakukan peninjauan ke lokasi dan menemukan bahwa ketebalan dasar tidak sesuai spesifikasi.

Seharusnya, berdasarkan spesifikasi teknik ketebalan 15 cm, namun di lapangan pada beberapa bagian, ketebalan hanya antara 8 cm sampai 12 cm.

Proyek ini dikerjakan CV Bunabu Imam, dan dianggarkan Rp 1,65 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Sumenep tahun 2019 harus diselesaikan dalam 120 hari masa kalender.

Advertisement

Populer