Connect with us

Bisnis

Jakarta Harus Berbenah untuk Kembangkan Rekreasi Halal

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Jakarta mulai lakukan pembenahan,  dimulai dari masjid terbesar se Asia, yaitu Masjid Istiqlal yang dibangun pada 1978, dengan luas sekitar 95 ribu meter per segi, dan arsiteknya adalah Frederich Silaban dengan mengahabiskan biaya sekitar Rp 7 miliar.

Sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, Jakarta cukup repesentatif. Kota yang dikenal sabagai kota rujak ini, merupakan salah satu tujuan urban dari berbagai suku bangsa di Indonesia hingga dunia.

Jakarta kerap dikunjungi oleh orang-orang penting dunia. Barack Obama merupakan salah satu Presiden Amerika Serikat yang datang dan berkunjung ke Masjid Istiqlal.

Setidaknya, Masjid Istiqlal Jakarta menjadi tempat wisata halal bagi semua orang. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan terutama di sektor wisata halal (hala tourism).

Mengingat sejarah penyebaran Islam di Jakarta dan Masjid Istiqlal, Ketua Umum Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, menyatakan kalau Jakarta sangat bisa mengembangkan industri pariwisata halalnya.

Selain objek wisata sejarah, Sapta mengatakan bahwa sektor kuliner dan belanja juga perlu mendapat perhatian agar wisata halal tak berkesan membosankan.

Menurut data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun 2014, penganut agama Islam mencapai 83,30 persen. Sebab itulah, dengan mayoritas agama islam, sangat mungkin untuk terus berbenah agar di bagian industri wisata halal tersebut semakin menarik.

“Misalnya belanja ke mal orang-orang tidak susah mencari musala. Mudah-mudahan nanti ada tempat belanja yang fokus menjual produk-produk halal. Tidak hanya fesyen, tapi kuliner dan lainnya,” kata pria yang pernah menjabat sebagai wakil menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, Selasa (20/3).

Terkait rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mewujudkan destinasi wisata halal pada tahun 2020, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati mengaku optimis.

“Banyak infrastruktur dan fasilitas yang perlu dipersiapkan. Selain itu kami harus menyesuaikan program-program gubernur yang baru dengan anggaran yang lama. Sekarang sedang dirancang anggarannya agar bisa optimal di tahun 2019, jadi semuanya baru bisa 100 persen tahun depan,” kata Tinia, Selasa (20/3).

Soal lokasi yang akan dijadikan destinasi wisata halal, dalam wawancara terpisah Sandi mengatakan kalau Pemprov DKI Jakarta mendorong beberapa kawasan di Jakarta sebagai proyek percontohan.

“Kami mendorong agar Kota Tua dan Kepulauan Seribu bisa masuk destinasi wisata halal dunia, sama seperti Lombok,” katanya.

Sandiaga Uno menegaskan mengatakan kalau pihaknya tidak akan meminta bisnis yang menjual produk non-halal, karena ia tetap ingin Jakarta menjadi destinasiwisata semua kalangan. Tidak hanya untuk Islam saja. Asalkan, bisnis wisata yang demikian memasarkan produknya sesuai dengan kaidah.

“Tapi nanti ada juga pilihan bagi wisatawan kalau mereka mau makan yang betul-betul murni halal,” kata Sandi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer