Connect with us

Daerah

Jakarta Berpotensi Diguncang Gempa Megathrust

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Dalam tiga hari terakhir ini, perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), soal terjadinya gempa Megathrust dengan Magnitudo mencapai 8,7 di wilayah Jakarta membuat heboh.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Hary Tirto Djatmiko menanggapinya dengan mengatakan perkiraan itu disampaikan bukan bertujuan membuat panik. Ia menambahkan hal itu diumumkan untuk menjadi bahan bagi pemerintah dalam mengantisipasi penanganan atau mitigasi jika terjadi gempa.

“Untuk kesiapsiagaan, untuk litersi, untuk edukasi, dari sisi itu,” kata Hary seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (02/03/18).

Antisipasi dini itu, tambah Hary, perlu dilakukan guna meminimalisasi risiko kerugian sosial, ekonomi, serta korban jiwa. Meskipun telah menyampaikan soal perkiraan tersebut, Hary menegaskan bahwa tempat dan waktu terjadinya gempa hingga saat ini belum bisa diprediksi dengan tekhnologi manapun.

Adapun soal perkiraan gempa Megathrust, Hary mengatakan itu hanya berdasarkan kajian para ahli.

Ia lantas menerangkan kembali bahwa soal zona Megathrust yakni zona subduksi atau tumbukan antara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia yang berada di Samudera Hindia, dan terletak tidak jauh dari Jakarta.

Hary pun menyebut, jika memang gempa benar-benar terjadi sebenarnya tidak langsung di wilayah Jakarta. Meskipun begitu, ia menambahkan kemungkinan besar wilayah Jakarta tetap akan merasakan gempa dengan kekuatan yang cukup besar seperti yang terjadi saat gempa di dekat Lebak, Banten pada 23 Januari.

“Meski para ahli mampu menghitung perkiraan magnitudo maksimum gempa di zona megathrust, akan tetapi teknologi saat ini belum mampu memprediksi dengan tepat, apalagi memastikan kapan terjadinya gempa megathrust tersebut,” ujar Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, dalam keterangannya, Jumat (2/3/2018).

Banyak pihak berharap bahwa prediksi gempa tersebut tidak terjadi.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Gempa Berkekuatan 5,5 SR Guncang Sigi Sulteng

Sementara itu, pada 22 Januari 1780 gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter pernah mengguncang Jakarta. Gempa tersebut disebut sebagai gempa terbesar yang pernah terjadi Jawa, getarannya terasa di seluruh Jawa dan Sumatera bagian selatan.

Berdasarkan riset sejarah ahli geologi Hindia Belanda, Alfred Wichmann pernah menyebutkan kalau guncangan gempa membikin Batavia porak-poranda, 27 gudang dan rumah runtuh di kanal Zandzee dan Moor.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer