Connect with us

Daerah

Jadi Tersangka Korupsi BLBI, KPK Tantang Sjamsul Nursalim Datang ke Indonesia

JARRAK.ID

Published

on

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta tersangka kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sjamsul Nursalim untuk datang ke Indonesia guna menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

KPK siap memberikan ruang kepada Sjamsul Nursalim untuk menyampaikan bantahannya jika memang merasa tidak bersalah atas tuduhan terlibat kasus korupsi.

“Saya kira bagus ya kalau ada bantahan, apalagi bantahan itu disampaikan langsung oleh tersangka. Sebenarnya tersangka punya hak, punya ruang untuk menyampaikan bantahan. Jadi datanglah ke Indonesia sampaikan bantahan itu di depan penyidik,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, (12/06/2019).

Febri menegaskan, keterangan Sjamsul Nursalim dalam penyidik yang sedang dilakukan KPK sangat penting dalam membuka kasus BLBI seterang-terangnya. Sehingga ia berharap Sjamsul Nursalim bisa segera memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

“Kami dengan senang hati menerima itu. Itu akan lebih baik dan bisa kita sebut sifat kooperatif terhadap proses hukum. Nanti kalau dipanggil KPK datang dan sampaikan bantahan-bantahan tersebut ada ruang yang diberikan hukum acara kita,” ucapnya.

Selain itu, Febri memastikan KPK tetap memiliki kewenangan dalam memproses kasus dugaan korupsi BLBI yang menjerat Sjamsul tersebut. Sebab KPK menyebut kasus BLBI belum termasuk dalam kasus yang kadarluarsa.

“Peristiwa ini terjadi pada tahun 2004, kadarluarsa itu 18 tahun. Jadi rangkaian peristiwa tersebut masih masuk kewenangan KPK menangani perkara,” sebutnya.

Baca Juga:  Habib Bahar: Lebih Baik Dipenjara, Daripada Minta Maaf Kepada Penguasa yang Zalim

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer