Connect with us

Daerah

Jadi Tersangka, Ini Jumlah Uang Haram yang Diterima Wali Kota Medan

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi petugas KPK saat menunjukan barang bukti hasil kasus korupsi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin sebagai tersangka.

Ia diduga menerima uang suap sebesar Rp330 juta dari Kepala Dinas PUPR Isa Ansyari. Suap diduga diberikan dalam beberapa tahap.

“Setelah pelantikan IAN (Isa Ansyari), TDE (Tengku Dzulmi Eldin) diduga menerima sejumlah pemberian uang dari IAN. IAN memberikan uang tunai sebesar Rp 20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019. Pada tanggal 18 September 2019, IAN juga memberikan uang senilai Rp 50 juta kepada TDE,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Kemudian Eldin kembali menerima uang suap Rp200 juta dari Isa yang dikirimkan melalui protokoler.

“Kadis PUPR mengirim Rp 200 juta ke Wali Kota atas permintaan melalui protokoler untuk keperluan pribadi Wali Kota,” ujar Saut.

Duit itu diduga untuk keperluan menutupi pengeluaran saat Eldin kunjungan ke luar negeri. Sebenarnya, Isa diminta menyediakan Rp 250 juta, tapi Rp 50 juta diserahkan kepada ajudan Eldin, Andika, yang kabur.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer