Connect with us

Politik

Jadi Target Pembunuhan Massa Aksi Rusuh 22 Mei, Begini Reaksi Yunarto Wijaya

JARRAK.ID

Published

on

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengaku dirinya tidak dendam sekalipun ikut menjadi target pembunuhan bersama empat pejabat negara, dalam aksi rusuh 22 Mei.

“Sudah tak ada dendam lagi dari saya dan keluarga baik buat yang jadi perencana ataupun eksekutor,” tulis Yunarto lewat akun Twitter-nya, Selasa (11/06/2019).

Yunarto menegaskan, dalam situasi yang sangat genting seperti sekarang yang terpenting adalah kepentingan bangsa.

“Dari situasi-situasi seperti ini saya belajar tentang apa itu kasih, termasuk ketika bisa memaafkan yang memusuhi kita. Ayo terus mencintai Indonesia,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menyebut ada 1 bos lembaga survei yang menjadi target pembunuhan. Kini, polisi mengungkap identitas target para pelaku.

“Adanya persesuaian keterangan saksi 1 dan lain dan persesuaian keterangan saksi dan barang bukti, persesuaian keterangan tersangka dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan 1 Direktur Eksekutif Charta Politika, lembaga survei,” kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, (11/06/2019).

Sementara itu, dalam video pengakuan tersangka, IR mengaku mendapat perintah untuk membunuh Yunarto Wijaya. Dia diberi alamat dan foto Yunarto.

“Pak Kivlan keluarkan HP dan menunjukkan alamat serta foto Pak Yunarto, lembaga quick count, dan Pak Kivlan berkata pada saya, ‘Coba kamu cek alamat ini, nanti kamu foto dan videokan.’ ‘Siap,’ saya bilang,” ucap IR.

Baca Juga:  Jawab Gerindra, Istana Sebut Jokowi Tak Mudah Janjikan Menteri

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer