Connect with us

Elektoral

Jadi Satu-satunya Parpol yang Tak Usung Eks Koruptor, PSI Banggakan diri

JARRAK.ID

Published

on

Pengurus PSI (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 199 bacaleg untuk Pemilihan Legislatif 2019 merupakan eks terpidana kasus korupsi.

Diantara sekian banyak daftar panjang mantan koruptor yang nyaleg, hanya  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tak mendaftarkan eks koruptor sebagai caleg.

Terkait ‘prestasi’ itu, pihak PSI merasa bangga sebagai satu-satunya partai peserta Pemilu 2019 yang tak memasukkan eks koruptor dalam daftar caleg.

“Kami bangga bahwa PSI adalah satu-satunya partai politik yang di dalam daftar calegnya tidak ada mantan napi korupsi,” ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam keterangannya, Jumat, (27/07/2018).

Sikap bangga diri PSI juga dibarengi dengan rasa prihatin melihat banyaknya parpol yang masih memaksakan diri untuk mendaftarkan bacaleg eks koruptor.

Grace menuturkan partainya akan dengan tegas menolak eks pelaku korup yang ingin maju jadi Caleg dari PSI.

“Namun kami juga prihatin bahwa semua partai politik lain ternyata menyertakan nama-nama yang merupakan mantan napi korupsi,” kata Grace.

“Berapa pun besarnya peluang suara yang bisa diraihnya, bila caleg tersebut pernah korupsi, ya akan kami tolak,” sambung mantan presenter tersebut.

Tak hanya itu, Grace juga menegaskan parpol pengusung harus punya sikap yang tegas untuk menolak para mantan koruptor tersebut. Pasalnya menurut Grace, caleg eks koruptor tak layak untuk menentukan keputusan terkait kepentingan masyarakat.

“Seorang mantan koruptor bisa saja bertobat, tapi biarlah itu menjadi urusannya dengan Tuhan. Sedangkan kita harus secara tegas menunjukkan sikap bahwa seorang mantan koruptor tidak bisa lagi menempati posisi publik yang terkait yang menentukan hidup masyarakat banyak,” tegas Grace.

Disisi lain, Grace khawatir jika para eks koruptor tetap dipaksakan untuk nyaleg, maka nantinya perilaku korup akan dianggap sesuatu yang biasa.

Baca Juga:  Presenter Ini Tinggalkan PDIP Gabung PKPI, Ini Alasannya

“Kami khawatir bahwa sikap ini memberikan isyarat pada masyarakat bahwa tindak korupsi itu adalah kesalahan biasa-biasa saja yang mudah dimaafkan dan dilupakan,” ujarnya.

Ketua Umum PSI ini menyampaikan partainya mendukung penuh peraturan KPU (PKPU) yang melarang eks koruptor menjadi caleg.

Grace menilai aturan tersebut sebagai sikap tegas KPU dalam rangka melakukan pencegahan perilaku korup terutama di kalangan wakil rakyat.

“Kami mendukung langkah KPU, walau Peraturan KPU berisi larangan pengusulan nama caleg mantan pidana korupsi masih digugat ke Mahkamah Agung (MA), tapi langkah KPU itu menunjukkan ketegasan sikap KPU untuk mencegah agar jangan sampai parlemen diisi para mantan koruptor,” terang Grace.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer