Connect with us

Daerah

Insiden Obor Asian Games Dipolitisir, Projo ke Gerindra: Jangan Lakukan Propaganda

JARRAK.ID

Published

on

Jokowi saat membawa obor Asian Games yang diketahui dalam keadaan mati (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Insiden matinya obor Asian Games yang dibawa Jokowi kemarin (17/08/2018) mendapat beragam tanggapan. Sejumlah pihak bahkan ada yang mempolitisir kejadian tersebut.

Menanggapi hal itu, Relawan pendukung Jokowi yang tergabung dalam ‘Projo’ menilai upaya politisasi matinya obor sebagai intrik dan propaganda yang bertujuan menjatuhkan Jokowi.

Ketua Umum Projo Budi Arie mengatakan tindakan mempolitisir insiden tersebut tak elok dilakukan. Apalagi hal itu terjadi pada saat rangkaian acara pembukaan Asian Games 2018.

Seharusnya kata Budi, pihak lawan Jokowi harus mementingkan nama baik negara ketimbang intrik politik dan propaganda demi Pilpres 2019.

“Janganlah momentum ini dijadikan ajang untuk melalukan intrik dan propaganda. Indonesia harus jadi tuan rumah yang baik. Ini nama baik bangsa ini. Janganlah kita merobek-robek dada kita sendiri,” ujar Budi Arie dalam keterangannya, Sabtu, (18/08/2018).

Disisi lain, Budi mengingatkan kepada pihak lawan agar bersabar. Pasalnya, Pemilu 2019 masih akan digelar cukup lama yaitu April 2019.

“Sabar saja,” kata dia.

Budi memahami bahwa di tahun-tahun politik seperti saat ini memang akan ada pihak-pihak yang mengaitkan insiden tertentu demi kepentingan politik kelompoknya. Meski demikian, Budi meyakini masyarakat tak akan terpengaruh dengan tindakan semacan itu.

“Memang dalam situasi hari ini, apapun selalu dikait-kaitkan. Tapi kami menilai rakyat sudah cerdas. Mereka tahu mana yang dibuat- buat dan mana kenyataannya,” ujar Budi.

Menurut Budi harusnya Pilpres 2019 menjadi ajang adu gagasan dan ide. Bukan justru saling hujat dan melempar propaganda yang menyulut perpecahan antar anak bangsa.

“Setiap kontestan dan timnya dalam Pilpres 2019 harus menawarkan ide segar bagi rakyat,” tuturnya.

Selain itu, Budi mengatakan oposisi dan pemerintah seharusnya saling melengkapi dan berkontribusi demi melahirkan demokrasi yang berkualitas.

“Demokrasi bisa makin berbobot dan berkualitas bila penguasa dan oposisinya berkontribusi. Kalau oposisinya kelasnya hanya nyiyir, demokrasi makin mundur,” ujar Budi.

Sebelumnya, insiden matinya obor Asian Games yang dibawa Jokowi menjadi viral dan dijadikan bahan politik untuk ‘menyerang’ kubu Jokowi-Ma’ruf.

Salah satu yang dianggap turut melakukan politisasi atas matinya obor tersebut adalah politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

“Narasi politik saya seperti dalam twit itu adalah masuk dalam narasi negative campaign, dan tidak salah. Di tahun politik, bahkan semut berderet pun bisa jadi narasi kampanye,” sebut Ferdinand.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer