Connect with us

Daerah

Inilah Resikonya Kata Luhut Jika Tim Paksanakan Angkat Bangkai KM Sinar Bangun dan Para Jenazah

JARRAK.ID

Published

on

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sempat menemui keluarga korban KM Sinar bangun yang tenggelam di Danau Toba. Luhut menjelaskan alasan kapal dan jenazah yang tenggelam tidak mungkin diangkat.

Sebelumnya Tim Basarnas juga mengumumkan bahwa operasi pencarian korban KM Sinar Bangun resmi berakhir hari ini, Selasa, (03/07/2018).

Penjelasan itu disampaikan Luhut lewat akun media sosial Facebook, Selasa, (03/07/2018). Luhut menceritakan momen dia bertemu dengan keluarga korban KM Sinar Bangun. Kedatangan Luhut juga untuk menguatkan musibah yang sedang dihadapi para keluarga korban.

“Kemarin memang saya merasa harus berangkat ke Danau Toba untuk bertemu langsung keluarga korban KM Sinar Bangun. Saya hanya ingin ada bersama mereka di masa-masa sulit. Karena saya tahu apa rasanya kehilangan,” kata Luhut.

Tragedi KM Sinar Bangun ini mengingatkan Luhut pada saat dia melihat korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata pada 2014. Saat itu, jenazah korban sudah tidak utuh lagi.

“Jasad mereka sudah tidak utuh ketika diangkat. Ada badan tanpa kepala, ada sepotong tangan, ada juga potongan-potongan tubuh lainnya berserakan. Jika keluarga harus melihat itu, pasti akan lebih menyakitkan. Saya tahu itu,” kenangnya.

Dari pengalaman itu, Luhut menegaskan bahwa pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah korban dari segi teknis tidak mungkin dilakukan. KM Sinar Bangun saat ini ada di kedalaman 450 meter Danau Toba atau 45 bar. Proses pengangkatan bisa berakibat meledaknya kapal. Itulah sebabnya kata Luhut, tim pencari korban memutuskan untuk tidak mengangkat kapal.

“Pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah korban dari segi teknis memang tidak mungkin dilakukan. Kalau dipaksakan diangkat, bisa hancur,” ucap Luhut.

Ada pula pendapat ahli dari Kemenko Kemaritiman soal dampak reaksi kimia saat pengangkatan kapal. Ada resiko timbulnya keracunan H2SO. Dari sederet analisis tersebut, BPPT, KNKT, Basarnas, Polisi, TNI, pemda, Kemenko Maritim dan semua unsur pemerintah berdiskusi untuk mencari solusi.

Baca Juga:  Maksud Hati Berniat Baik, Ratna Sarumpaet Malah Dianggap Arogan Oleh Komunitas Orang Batak

“Menurut saya, paling bagus yang bisa dilakukan adalah membuat monumen peringatan. Semua pihak sudah sepakat. Hari ini saya dilapori Pak JR Saragih, bahwa acara peletakan batu pertama monumen itu berjalan baik, dengan tingkat kehadiran 85%,” ungkapnya.

Luhut juga bicara soal proses pengusutan kecelakaan ini. Dia sudah menerima hasil temuan KNKT yang berisi 24 pelanggaran terkait KM Sinar Bangun.

“Pemda dan Polisi juga akan mengaudit semua kapal. Jangan ada lagi ada kapal 3 deck tapi kenyataanya hanya berijinkan 1 deck, serta kelebihan muatan kapal. Khusus kepada Polisi, saya minta semua pihak yang bertanggungjawab harus diproses. Saat ini proses hukum sedang berjalan, dan tidak mustahil jumlah tersangka akan bertambah,” tegas Luhut.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer