Connect with us

Daerah

Inilah Dasar Polisi Berani Tetapkan Tersangka Eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi

JARRAK.ID

Published

on

Nur Mahmudi Ismail (Doc. Net)

DEPOK – JARRAK.ID – Polres Depok resmi menetapkan tersangka untuk mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi dan mantan Sekda Depok, Harry Prihanto.

Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa proyek fiktif pembebasan tanah pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok pada 2015. Akibatnya negara mengalami kerugian sebesar Rp 10 miliar.

“Untuk sementara baru dua orang yang ditetapkan tersangka,” ujar Kanit Tipikor Polres Depok AKP Bambang di Mapolres Depok, Selasa, (28/08/2018).

Sedangkan dasar penetapan tersangka bagi keduanya kata Bambang, mengacu kepada hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat, soal kerugian negara dalam proyek tersebut.

“Dasar kami menetapkan tersangka setelah menerima hasil audit BPKP Provinsi Jawa Barat. Hasil laporan tersebut terdapat kerugian keuangan negara,” jelasnya.

Diketahui, kasus proyek fiktif ini ditangani Polres Depok sejak 2017 dan penyelidikan serta gelar perkara yang dilakukan pada Januari 2018 lalu. Sebanyak 87 saksi telah diperiksa.

Proyek fiktif tersebut terkait pembebasan lahan untuk Jalan Nangka spanjang 500 meter dengan lebar enam meter, padahal jalan tersebut sudah dibebaskan oleh pengembang yang sedang membangun apartemen di sana yakni Apartemen Green Like View Cimanggis, Depok.

Baca Juga:  Bupati Cianjur Bantah Peras Kepala Sekolah untuk Korupsi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer