Connect with us

Other

Inilah Ciri-Ciri Penyerang Air Keras ke Novel Baswedan

JARRAK.ID

Published

on

Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku sempat melihat terduga penyerangan air keras sedang berada di seberang rumahnya pasca ia baru sampai dari Singapura pada 22 Februari 2018 lalu.

“Saya pulang dari Singapura haru pertama tanggal 22 Februari, saya lihat pelakunya di depan situ,” kata Novel sambil menunjuk seberang rumahnya ketika berbincang dengan para awak media pada Senin, (18/06/2018).

Menurut pengacara Novel, Muhammad Isnur, orang yang dilihat kliennya itu sama dengan sketsa pelaku penyerangan yang dirilis Polda Metro Jaya pada 24 November 2017. Sebelumnya Mabes Polri juga merilis sketa wajah terduga pelaku penyerang air keras ke Novel Baswedan pada 31 Juli 2017.

Berdasarkan sketsa buatan Polda Metro Jaya, satu terduga pelaku memiliki ciri-ciri berbadan tambun dan pelaku lainnya berbadan kurung tinggi. Pelaku yang berbadan tambun tinggi badannya 164 sentimeter, berumur 40-an tahun, wajah bulat-dagu berat, warna rambut hitam, postur tubuh kekear, kulit sawo matang cenderung gelap dan menggunakan sweater abu-abu.

Syahdan orang dengan ciri-ciri ini diduga pernah datang ke rumah Novel enam hari sebelum penyiraman. Ia berpura-pura hendak membeli gamis untuk laki-laki. Istri Novel, Rina Emilda, memang membuka butik di rumahnya. Tapi ia hanya menjual baju untuk muslimah. Gelagat aneh si gempal ini terekam kamera pengawas di teras rumah Novel. Polisi pun sudah mengantongi salinan kamera pengawas tersebut.

Begitu juga dengan pengurus Masjid Al-Ihsan tempat Novel melaksanakan salat juga mengaku melihat pria gempal sedang wira-wiri di lokasi masjid sehari sebelum Novel Baswedan diserang.

Bahkan berdasarkan kesaksian warga yang lain juga melihat ciri-ciri pria serupa lima menit sebelum peristiwa tersebut. Saksi ini tak sengaja melihat si gempal saat ia pulang salat subuh dari masjid. Pagi itu, ia pulang lebih awal karena sakit perut. Sekitar 20 langkah dari masjid, ia melihat seorang pria gempal sedang duduk di kursi semen dengan seorang lelaki kurus berhelm. Keduanya terlihat mengawasi rumah Novel, yang searah dengan masjid.

Baca Juga:  Indonesia Jadi Tuan Rumah IMF-World Bank, Fadli Zon: Sia-sia!

Sedang rekan pelaku yang berbadan gempal adalah pria berbadan kurus, memiliki tinggi badan 173 sentimeter, dengan umur kira-kira 35 tahun. Kulit sawo matang, bentuk muka oval, dengan dagu tajam dan hidung lurus. Terduga pelaku itu berambut hitam ikal panjang seleher, menggunakan jaket warna hijau dengan lengan panjang warna terang.

Seorang tetangga Novel mengatakan pria ini terlihat wara-wiri di sekitar masjid beberapa hari sebelum penyiraman Novel. Ia bahkan bolak-balik ke kamar mandi. Namun, si gondrong itu tidak terlihat beribadah.

Kendati demikian, publik terus menunggu pengungkapan kasus ini sekalipun peristiwa sudah berlalu lebih dari satu tahun. Pasalnya, penyerangan terhadap Novel merupakan ancaman nyata terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer