Connect with us

Daerah

Ini Suap Penyelenggara Pemilu di Garut

JARRAK.ID

Published

on

BANDUNG-JARRAK.ID-Rentannya kasus suap dalam dinamika tahun politik saat ini sudah mulai terjadi. Kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU Kabupaten Garut, Ade Sudrajad beserta Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basari telah mencoreng politik damai.

Yayat Hidayat sebagai Ketua KPU Jawa Barat menilai bahwa kasus yang dilakukan oleh Ade dan Heri Hasan telah mencoreng proses demokrasi serta beban moral yang jelek di KPU Jabar.

“Peristiwa ini saya kira sangat berat memukul perasaan kami di KPU Jabar, karena ini berhadapan dengan opini publik dan mencoreng proses demokrasi,” ujar Yayar saat menggelar  konferensi pers di Mapolda Jawa Barat.

Keterlibatan dua pejabat penyelenggara KPU Garut tersebut bagi Yayat selain mencoreng proses demokrasi, juga telah menciderai nilai yang selama ini selalu didengungkan oleh KPU.

Penolakan secara keras dari segala bentuk politisasi uang hanyalah iming-iming belaka dan kurang diperhatikan oleh dua pejabat itu.

Oleh karena itu, Yayat Hidayat mengkhawatirkan dari peristiwa tersebut akan berimbas pada kepercayaan masyarakat khususnya di Kabupaten Garut semakin terkikis.

“Ini yang paling berat mengembalikan trust masyarakat. Saya kira sudah menyelamatkan demokrasi lokal dari pembajak yang ingin meraup keuntungan dengan cara-cara yang melanggar hukum. Dan ini saya kira luar biasa nilainya,” ungkap Yayat.

Lebih dari itu, Yayat mengatakan kepada seluruh lembaga penyelenggara pemilu di Jawa Barat agar kasus tersebut menjadi pelajaran untuk tidak tergiur oleh iming-iming berupa apapun dan dari pihak manapun.

Sudah seharusnya, masalah gratifikasi yang dilakukan oleh Ade dan Heri Hasan diungkap secara mendalam, agar nantinya proses pemilu berjalan dengan lancar.

Menyikapi terjangkitnya gratifikasi tersebut, Peneliti dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan investigasi integral dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) secara berlanjut.

Baca Juga:  Waduh, Kualitas Sanitasi di Bondowoso Paling Rendah di Jawa Timur

Fadli Ramadhanil mengungkapkan bahwa investigasi integral wajib dilakukan secara tuntas terhadap seluruh penyelenggra pemilu. Alasannya, kasus tersebut sangat mencoreng politik damai dan demokrasi.

“Kami mendorong KPU dan Bawaslu untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi internal kepada KPU Kabupaten Garut dan Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, beserta seluruh jajaran, untuk menangkap secara tuntas praktik pelanggaran yang telah dilakkan oleh kedua oknum penyelenggara pemilu ini,” ungkap Fadli, Senin (26/02/18).

Dalam hal ini Fadli secara terang-terangan meminta kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi politik hitam dan suap berupa apapun.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer