Connect with us

Elektoral

Ini Strategi Nurdin untuk Lawan Hoax

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA-JARRAK.ID- Kini sudah masuk di tahun politik, tentu saja dinamika publik semakin hari semakin hangat dan saling tumpang tindih. Terutama untuk keperluan berkampanye dalam rangka strategi pemenangan calon.

Dalam hal ini, perlu kiranya berhati-hati dari berita bohong dan ujaran kebencian yang marak dijumpai. Bahkan, Polri mengakui dua hal tersebut merupakan ancaman terbesar dan selalu menimbulkan resistensi penghancuran kerekatan publik.

Menariknya, selalu saja ada hal menarik yang dilakukan oleh Calon Gubernur Sulawesi Selatan, yaitu Nurdin Halid, untuk mengatasi itu.

Bagi Nurudin Halid, dua bahaya terbesar di tahun politik itu harus dilawan dan dituntaskan. Nurdin bahkan tak tinggal diam, sampai-sampai mengerahkan pasukan tim cyber.

“Kami juga telah menyiapkan pasukan cyber untuk menangkal daripada berbagai isu-isu baik yang negative campaign maupun black campaign,” begitu kata Nurdin.

Walaupun pasangan calon nomor urut 1 ini mengerahkan pasukan tim cybernya, dia mengakui bahwa dinamika kampanye hitam dan hal-hal negatif nantinya bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Kompetisi politik yang bernuansa menyudutkan partai lain dengan berita-berita yang hoax, sebenarnya telah menyalahi jalur pilkada damai. Sebab itulah, kata Nurdin, dirinya mendeklarasikan bahwa pilkada damai yang dilakukan para kandidat bersama dengan KPUD bisa diwujudkan sebagaimana mestinya.

“Ada tiga hal yang saya tejemahkan, yaitu dilarang berkampanye dengan hoax, menyingung SARA serta penggalangan suara melalui politik uang” tegas Nurdin.

“Tiga tabu ini harusnya menjadi pegangan daripada seluruh kandidat,” tambah Nurdin.

Meskipun begitu, Nurdin juga khawatir akan konflik dalam pilkada. Mengingat, Sulsel kerap disebut sebagai salah satu daerah yang rawan konflik.

Meski begitu, Nurdin masih bisa bersikap tegas pada saat Sulsel disebut sebagai zona merah pilkada. Sebagaimana paparan Nurdin, ada tiga hal yang bisa dilakukan agar kehawatiran tersebut tidak lagi terjadi.

Baca Juga:  HMI Solo Komitmen Dukung dan Apresiasi Pembangunan Pemerintah

Pertama, kata Nurudin, penyelenggara pilkada yakni KPUD bisa professional.

“Baik KPUD di semua tingkatan bahwa harus benar-benar independen, netral, dan menjalankan secara konsekuen daripada seluruh aturan daripada perundang-undangan maupun PKUP,” tegas Nurdin.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer