Connect with us

Elektoral

Ini Sejumlah Kelemahan dalam Gugatan Prabowo di MK

JARRAK.ID

Published

on

Calon Presiden Prabowo Subianto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Lembaga Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif (Kode Inisiatif), Veri Junaidi, menilai subtansi laporan gugatan PHPU Prabowo-Sandiaga ke MK memiliki komposisi sebesar 70 persen bukti dan 30 persen merupakan argumentasi teoritis.

Namun demikian, ia menilai sejumlah bukti yang diajukan pasangan Prabowo-Sandi ke MK belum cukup untuk memenangkan gugatan hasil Pilpres 2019 di MK. Pasalnya bukti yang dilampirkan sebagian besar merupakan pemberitaan di media online.

“Untuk membuktikan dalil yang TSM itu, menurut saya ga cukup hanya menggunakan pemberitaan- pemberitaan media dan membangun framing bahwa pemilu kita ini terjadi secara tak jurdil dan demokratis. Nah ini tugas 02 untuk membuktikan,” kata Veri saat ditemui di sebuah diskusi di wilayah Matraman, Jakarta, Kamis, (13/06/2019).

Tetapi ia menganggap bahwa argumentasi teoritis yang diajukan kubu Prabowo-Sandi soal pelanggaran TSM sudah sangat baik. Namun hal itu tidak disertai bukti yang kuat.

Veri mencontohkan bahwa bukti-bukti yang menunjukkan adanya dugaan kecurangan secara terstruktur, seperti pengerahan aparatur negara dalam Pilpres masih minim diberikan oleh tim Prabowo-Sandiaga.

“Di sinilah tantangannya adalah membuktikan dalil, baik secara kualitatif bahwa pelanggaran atau tidak. Tapi juga membuktikan dalil yang TSM menurut saya enggak cukup hanya menggunakan pemberitaan media dan membangun framing bahwa pemilu kita ini terjadi tak jurdil dan demokratis,” kata dia.

“Misal ada bukti perintah surat tugas (aparat negara) enggak yang memerintahkan pada struktur yang ada untuk bergerak memenangkan kandidat tertentu? maka harus dibuktikan itu,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa argumentasi pelanggaran TSM harus bisa dibuktikan mempengaruhi terhadap hasil pemilu secara keseluruhan. Veri sendiri mengaku heran meski mengaku Pilpres penuh kecurangan, namun Prabowo-Sandiaga justru mengklaim menang dari Jokowi-Ma’ruf sebesar 52 persen.

Persoalan pun berlanjut. Veri menilai kubu Prabowo-Sandiaga sendiri belum memiliki cukup bukti-bukti untuk memperkuat argumentasinya bisa memenangkan Pilpres 2019 sebesar 52 persen.

“Mestinya kan kalau mereka mengklaim menang 10 persen, maka harus dibuktikan kemenangan 10 persen itu mereka peroleh darimana? dan kesalahannya di sisi mana. Itu yang harus dibuktikan terlebih dahulu,” kata Veri.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer