Connect with us

Bisnis

Ini Saran NasDem agar Indonesia Cepat Lunasi Utang

JARRAK.ID

Published

on

Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (NasDem), Johnny G Plate menegaskan Indonesia tidak perlu meniru kebijakan perdana menteri Malaysia, Mahathir Muhammad yang menerapkan pemangkasan gaji para menterinya sebesar 10 persen untuk melunasi utang negaranya.

Menurut Johnny, kebijakan Mahathir semata-mata hanya untuk tujuan dan kepentingan politik.

“Kenapa kita harus meniru Mahathir? Nggak ada yang perlu ditiru kebijakan Mahathir yang berkaitan dengan utang luar Negeri. Nggak ada, beda. Kalau Mahathir itu hanya sekedar alasan politik saja itu,” katanya di Jakarta, Mingg,u (27/05/2018).

Johnny menegaskan, pemangkasan gaji menteri yang akan digunakan membayar utang negara tidak akan memberikan kontribusi signifikan.

“Berapa banyak gaji menteri? Untuk bayar utang luar negeri. Berapa banyak coba hitung. Memangkas seluruhnya pun berapa besar gaji menteri itu? Berapa totalnya? Ada pengaruh nggak sama utang luar negeri?” tanya Johnny.

Apalagi kata Johnny, posisi dan jumlah utang Indonesia dengan Malaysia juga berbeda.

“Posisi utang luar negeri Malaysia dan Indonesia itu beda. Mereka itu, 50 persen dari PDB mereka itu utang luar negeri. Kita ini kecil masih 30 persen. Sepertiga baru. Mereka udah setengah lebih. Beda posisinya,” jelas Johnny.

Tak hanya posisi utang luar negeri yang berbeda, sambung Johnny, kondisi perekonomian Indonesia pun berbeda dengan Malaysia.

Untuk itu, Johnny lebih menyarankan agar pemerintah menerapkan kebijakan fiskal ekspansif untuk mengatasi utang luar negeri.

“Kita harus menggunakan kebijakan pajak ekspansif yang kreatif. Harusnya kebijakan tersebut dengan menurunkan tarif pajak kita, yang dapat membuat pendapatan pajak membesar. Semakin banyak pembayar pajak atau yang namanya meningkatkan tax ratio. Itu kebijakan kita,” tuturnya.

Johnny mengingatkan, kebijakan pengurangan utang luar negeri harus dibarengi dengan kebijakan yang bertanggungjawab, bukan sekedar menerapkan kebijakan sebagai ‘pencitraan’ semata.

Baca Juga:  Menhub Nilai Wilayah Kubutambahan Paling Strategis Jadi Lokasi Bandara Bali Utara

“Bukan dengan citra-citra potong ini, potong itu. Ntar gaji menteri disuruh potong, gaji DPR disuruh potong. Berapa banyak sih?” tandas Johnny.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer