Connect with us

Bisnis

Ini Perbedaan Pelemahan Rupiah Jaman Jokowi dan Krismon 1998

JARRAK.ID

Published

on

Illustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menunjukkan keperkasaanya. Rupiah beberapa pekan terakhir terus melemah fluktuatif. Perdagangan dolar AS hari ini mencapai Rp. 14.897. Jika dibandingkan pada krisi moniter pada 1998, nilai rupiah terhadap dolar terpaut tidak jauh. Pada krismon 1998, nilai dolar AS berada di kisaran Rp 16.500.

Meski demikian, pelemahan rupiah tahun ini berbeda dengan krismon 1998. Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, kondisi saat ini dan 98 berbeda, meskipun sama-sama dipicu krisis mata uang negara berkembang. Saat 1998 krisis dimulai dari Thailand dan tahun ini dimulai dari Turki dan Argentina.

Bhima menjelaskan, kesiapan Indonesia untuk menghadapi krisis terlihat dengan perbaikan rating utang yang signifikan. Tahun 1998 rating Fitch anjlok hingga B- dengan outlook Negatif. Tahun 2018 per September Fitch memberikan rating utang BBB dengan outlook Stabil.

Selain itu, lanjut dia, kinerja pertumbuhan ekonomi 1998 merosot ke -13,6%. Sementara saat ini pertumbuhan ekonomi berada di 5,2% per triwulan II 2018. Inflasi sempat naik hingga 77% saat krisis moneter.

“Sekarang cukup stabil di bawah 3,5%. Pelemahan kurs rupiah belum terlihat dampaknya pada Agustus 2018 yang justru mencatat deflasi,” ujar Bhima, dilansir detikcom.

Menurut Bhima, perbedaan pelemahan rupiah hari ini dengan krismon 98 juga terlihat dari cadangan devisa (cadiv). Cadiv tahun 1996 sebelum krisis berada di angka US$ 18,3 miliar, sedangkan saat ini cadev di kisaran US$ 118,3 miliar.

“Kemampuan BI untuk intervensi rupiah melalui cadangan devisa jauh di atas kemampuan tahun 1996 sebelum menghadapi krisis,” ungkap dia.

Namun begitu, meskipun indikator di atas menunjukkan perbaikan, menurut Bhima,pemerintah tetap harus mewaspadai defisit transaksi berjalan yang menembus 3% pada kuartal II 2018.

Baca Juga:  Rebutan Elektabilitas Melalui Tagline Partai

“Negara dengan defisit transaksi berjalan sangat rentan terpapar krisis ekonomi. Seperti Turki dan Argentina yang kedua nya memiliki defisit transaksi berjalan yang cukup lebar,” pungkasnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer