Connect with us

Daerah

Ini Penjelasan Kapolda Jabar soal Penghentian Kasus Rizieq Shihab

JARRAK.ID

Published

on

CIREBON – JARRAK.ID – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto akhirnya membeberkan perihal diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus penghinaan Pancasila yang membelit nama Rizieq Shihab. Menurut Agung, SP3 tersebut sebagai salah satu bentuk kepastian hukum.

Terlebih dalam prosesnya, pihak kepolisian, imbuhnya belum menemukan bukti yang cukup kuat terkait kasus yang menjerat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Oleh karena itu, Polda Jabar harus segera memberikan kepastian hukum.

“Penanganan kasus tidak boleh menggantung, sehingga harus segera diberikan keputusan hukum. Selama ini belum ditemukan bukti cukup kuat,” kata Agung usai bertakziyah di kediaman Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon, almarhum KH. Nahduddin Abbas, Minggu, (06/05/2018).

Sebelum keputusan SP3 diterbitkan, Polda Jabar pun sudah melakukan serangkaian kajian dengan tim ahli pidana dan tim ahli bahasa sebagai bahan pertimbangan keputusan. Dari hasil kajian tim menyimpulkan belum menemukan bukti yang cukup kuat.

Agung menjelaskan, dalam supremasi penegakan hukum diharuskan ada kepastian hukum. Sehingga dalam penyidikan suatu kasus tidak boleh digantung. Atas pertimbangan itu, Polda Jawa Barat mengeluarkan SP3 untuk kasus yang menimpa Rizieq Shihab.

“Suatu (penyidikan) kasus tidak boleh menggantung. Supremasi hukum harus ditegakkan. Akhirnya, keputusan itu terbit SP3,” kata Agung.

Kendati demikian, Kapolda memastikan bahwa dirinya tidak terlibat langsung untuk pengambilan keputusan diterbitkannya SP3. Mengingat, penyidikan kasus merupakan kewenangan dari tim penyidik.

Selaku pimpinan di Polda Jabar, dirinya mempercayakan penuh kepada tim penyidik untuk menyelesaikan kasus tersebut. “Terkait SP3, saya percayakan penuh kepada penyidik. Sebagai pimpinan saya tidak intervensi soal kasus itu. Karena memang itu ranahnya penyidik,” kata Agung.

Hal serupa disampaikan sebelumnya oleh Wakapolri, Komjen Pol Sjafruddin bahwa penerbitan SP3 tersebut pimpinan Polri tidak boleh mencampuri urusan tin penyidik.

“Soal penghentian kasus Habib Rizieq itu menjadi ranah tim penyidik Polda Jabar. Polri tidak ikut campur atas kasus yang menjadi kewenangan penyidik,” ungkapnya usai menghadiri Simposium Wisata Religi Berbasis Masjid di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Sabtu, (05/05/2018) lalu.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer