Connect with us

Elektoral

Ini Intruksi Lengkap SBY Kepada Seluruh Kader dan Simpatisan Demokrat usai Pemilu 2019

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam jumpa pers usai pertemuan di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 21 Desember 2018 (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada selurih kader dan simpatisan Partai Demokrat, agar tidak melakukan kegiatan yang melanggar Konstitusi usai Pemilu 2019.

Intruksi tersebut sengaja disampaikan SBY setelah melihat situasi politik usai Pemilu 2019, yang masih berpotensi terjadi gesekan antar pendukung pasangan calon.

Instruksi itu disampaikan SBY melalui surat yang ditujukan kepada Sekjen PD Hinca Pandjaitan, Ketua Dewan Pembina PD EE Mangindaan, Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin, dan Waketum PD Syarief Hasan.

Instruksi itu juga ditembuskan kepada Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Berikut isi surat SBY tersebut:

1. Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air.

2. Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

3. Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.

4. Demikian untuk diindahkan dan dilaksanakan.

Baca Juga:  Jubir Presiden Johan Budi Nyaleg dari PDIP

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer