Connect with us

Bisnis

Ini Biang Kerok yang Mengakibatkan BPJS Kesehatan Selalu Tekor

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Indonesia Corruption Wacth (ICW) ada sejumlah masalah yang mengakibatkan BPJS selalu mengalami defisit.

“Pemantauan dan kajian potensi fraud yang telah dilakukan ICW dalam berbagai lini program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan menghasilkan kesimpulan yang hampir serupa, yakni pengawasan, transparansi, dan tata kelola program JKN bermasalah bahkan cenderung pasif,” kata Peneliti ICW Dewi Anggraini dalam Diskusi ‘BPJS Salah Kelola, Pelayanan Publik Disandera’ di Ruang Kekini, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019).

Temuan fraud atau kecurangan di tingkat peserta JKN-PBI adalah manipulasi penggunaan kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) oleh bukan pemilik kartu. Hal ini terjadi karena pasien merupakan pasien miskin dan tidak terdaftar sebagai peserta JKN-PBI.

Temuan kecurangan di tingkat Puskesmas, jelas dia, terjadi dalam bentuk penerimaan uang oleh pihak Puskesmas untuk mengeluarkan rujukan pada pasien. Puskesmas juga diidentiflkasi melakukan kecurangan berupa tidak optimal menangani pasien dan segera merujuk pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) untuk menjaga agar dana kapitasi yang diperoleh dari BPJS Kesehatan tidak berkurang signifikan.

Temuan fraud di tingkat rumah sakit terjadi dalam berbagai bentuk terutama penggunaan alat kesehatan, obat, dan tindakan medis. Alat kesehatan dan obat diduga tidak digunakan secara optimal dalam pengobatan pasien tapi tetap ditagihkan dalam klaim rumah sakit.

Pada kasus di rumah sakit itu pasien rawat inap diminta pulang terlebih dahulu dan kemudian kembali lagi masuk rawat inap karena batasan lama rawat inap sudah kedaluwarsa.

Untuk itu, pihaknya mendorong dilakukannya perbaikan di BPJS Kesehatan, yang mana ketiga hal di atas diyakini ikut andil sebagai penyebab BPJS Kesehatan defisit.

“Perlu perbaikan regulasi dan program pengawasan sehingga potensi fraud dapat berkurang sebagai salah satu penyebab defisit yang dialami BPJS Kesehatan,” tambahnya dilansir detikcom.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer