Connect with us

Politik

Ini Aliran Dana Korupsi E-KTP Versi Nazaruddin

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA- JARRAK.ID- Terpidana kasus rasuah, M. Nazaruddin, menyebutkan bahwa ketua fraksi yang menduduki kursi DPR mendapat aliran dana korypsi e-KTP. Selain sebagai saksi terdakwah korupsi e-KTP, Setya Novanto, ia pun mantan Bendahara Partai Demokrat, mengklaim bahwa aliran dana sudah diserahkan kepada semua ketua fraksi.

Dalam persidangan dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Setya Novanto, Ketua Majelis Hakim Yanto menanyakan isi keterangan berita acara pemeriksaan Nazaruddin. Yanto bertanya kebenaran pembagian uang kepada pimpinan fraksi, badan anggaran dan pimpinan Komisi II.

“Keterangan saudara poin 10 terkait pemberian uang ada beberapa bagian baik untuk para pimpinan fraksi, pimpinan badan anggaran dan juga Komisi II. Betul?” tanya Yanto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (19/1).

“Ya betul, Yang Mulia. Waktu itu dijelaskan Andi di ruangannya ketua fraksi Mas Anas, Yang Mulia,” jawab Nazaruddin.

Yanto menegaskan apakah benar pemberian uang diarahkan kepada semua ketua fraksi. Nazaruddin menjawab pemberian uang kepada semua ketua fraksi berdasarkan instruksi Mustoko Weni.

Yanto kemudian mengonfirmasi besaran uang yang diperoleh ketua fraksi. Nazaruddin tidak mengetahui besaran uang yang diberikan kepada ketua fraksi. Namun, semua pemberian sesuai dengan catatan pembagian uang. Ia pun menegaskan fee proyek e-KTP sudah diserahkan kepada semua ketua fraksi.

“Apakah saudara tahu bahwa kemudian uang-uang fee untuk ketua fraksi itu benar-benar disampaikan dan direalisasi?” tanya Yanto.

“Waktu itu menurut laporan dari Bu Mustoko Weni sama si Andi Narogong semuanya terealisasi, Yang Mulia dan termasuk Fraksi Demokrat menerimanya, Yang Mulia,” jawab Nazaruddin.

“Artinya menurut Andi Narogong dan Mustoko Weni nyampe?” tanya Yanto.

“Iya nyampe dan untuk jatah Fraksi Demokrat memang diserahkan ke Mirwan Amir, dari Mirwan Amir diserahkan ke bendahara fraksi. Bendahara fraksi kebetulan saya sendiri, Yang Mulia,” tutur Nazaruddin.

Baca Juga:  Salut! Begini Peran Prabowo di Balik Suksesnya Atlet Silat Sabet Emas

Nazar mengatakan, Partai Demokrat mendapat uang sebesar satu juta Dolar AS. Namun, dari satu juta Dolar AS, Mirwan hanya menyerahkan 500 ribu Dolar AS. Sisanya digunakan untuk kepentingan lain. Bos Permai Group itu pun mengaku ada penerimaan lain setelah penerimaan satu juta Dolar AS.

“Ada penyerahan-penyerahan tahapan selanjutnya lagi cuman kalau soal rinciannya saya lupa,” kata Nazar.

Yanto kembali menanyakan apakah pemberian uang tersebut berbeda tiap fraksi. Ia tidak tahu siapa penerima terbesar atau penerima terkecil dari tiap fraksi. Ia menduga pembagian berdasarkan jumlah anggota.

“Ya mungkin proporsional, Yang Mulia,” kata Nazar.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer