Connect with us

Daerah

Ingat, Warga Surabaya yang Berani Menyalakan Petasan dapat Dipenjara 20 Tahun

JARRAK.ID

Published

on

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Chintiya Dewi Ariesta (Doc. Net)

SURABAYA – JARRAK.ID – Demi menjaga keamanan dan ketertiban, Polrestabes Surabaya, Jawa Timur melarang penggunaan petasan selama bulan Ramadhan ini. Petugas pun akan menindak tegas mulai dari produsen, penjual, sampai pengguna.

Larangan itu tertuang dalam Maklumat Nomor MAK/1/V/2018 yang ditandatangani langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes (Pol) Rudi Setiawan.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Cinthiya Dewi Ariesta menegaskan, tujuan larangan itu sebagaimana ditegaskan dalam maklumat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus untuk menghindari munculnya korban jiwa akibat petasan.

“Maklumat ini untuk memberikan ketenangan kepada seluruh masyarakat Surabaya dalam menjalankan ibadan puasa di tahun ini. Karena akibat petasan sudah banyak berjatuhan korban jiwa. Apalagi dampak suara petasan juga mengakibatkan keresahan dan mengganggu ketenangan,” tegas Cinthiya.

Oleh karena itu, sejak sekarang polisi terus melakukan razia guna mencegah peredaran petasan di Surabaya. Bahkan Cinthiya mengatakan, polisi akan melakukan tindakan tegas bagi setiap produsen, penjual dan sampai pengguna apabila tidak mengindahkan aturan tersebut.

“Tindakan hukum tegas akan diberikan kepada mereka yang tidak mengikuti prosedur dan ketentuan dalam Maklumat tersebut. Bahkan mereka (produsen, penjual dan pengguna) diancam pidana penjara 20 tahun sesuai dengan Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak.”

“Maka bagi siapapun warga Surabaya yang mengetahui dan menemukan pihak-pihak yang memproduksi, menjual dan menggunakan untuk segera melapor kepada pihak berwajib,” kata Cinthiya.

Tidak Terkait Aksi Teror

Cinthiya membantah tudingan bahwa maklumat itu erat kaitannya dengan serangkaian aksi teror di Surabaya beberapa waktu lalu. Maklumat itu memang lazim dikeluarkan oleh Polrestabes Surabaya setiap menjelang bulan puasa.

“Sekali lagi maklumat bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, setiap tahun kita selalu rutin menerbitkan maklumat serupa,” tandas Chintiya.

Baca Juga:  Ini Alasan KPK Segera Umumkan Calon Kepala Daerah Terlibat Korupsi

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer