Connect with us

Other

Ingat, Celana Dalam yang Dipakai Bisa Pengaruhi Jumlah Sperma Lho

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Urusan celana dalam bagi sebagian besar pria mungkin bukan merupakan sesuatu yang penting untuk diperhatikan. Namun saat ini pria perlu berfikir ulang untuk urusan yang satu ini. Meski terlihat sepele, namun tahukah anda bahwa jenis celana dalam yang dipakai oleh pria dapat berpengaruh terhadap kualitas sperma?

Dilansir Live Science, sebuah riset ilmiah yang telah di publikasikan di jurnal Human Reproduction menemukan bahwa pria yang sering menggunakan celana dalam ketat berisiko mengalami gangguan terhadap produksi spermanya.

Dalam riset tersebut melibatkan 600 orang pria sebagai objek penelitian. Hasilnya para pria yang dalam kesehariannya menggunakan celana dalam tipe Boxer memiliki tingkat produksi sperma yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang menggunakan celana dalam ketat dengan model segitiga yang lazim di temui termasuk di Indonesia.

Sementara itu, ada ahli yang mengatakan bahwa jumlah sperma yang rendah tidak selalu berarti kesuburan yang rendah juga.

“Jumlah sperma seorang pria bisa bervariasi tiap minggunya,” kata Sarah Vij, ahli urologi di Cleveland Clinic yang tidak terlibat dalam riset ini.

Dalam dunia medis selama ini diketahui bahwa temperatur testikel yang tinggi memiliki pengaruh negatif terhadap produksi sperma. Sedangkan celana dalam yang ketat bisa memicu terjadinya hal tersebut. Meski begitu, riset-riset lain yang mempelajari efek dari model celana dalam pada fungsi testis selalu menampilkan hasil yang tidak konsisten.

Selain itu, rangkaian riset tersebut juga menemukan bahwa pria yang mengenakan boxer maupun celana dalam ketat, memiliki rata-rata konsentrasi sperma yang normal, yakni sekitar 15 juta sperma per satu mililiter air mani. Akan tetapi ditemukan bahwa pengguna boxer memiliki rata-rata konsentrasi sperma yang lebih tinggi, tepatnya sekitar 25 persen,dan punya sekitar 33 persen lebih tinggi atas jumlah sperma yang berenang per ejakulasi.

Baca Juga:  Parah, Facebook Manfaatkan Nomor Pengguna Untuk Jadi Target Iklan

Sementara pada pria yang mengenakan celana dalam ketat ditemukan adanya peningkatan hormon bernama hormon perangsang folikel atau follicle stimulating hormone (FSH), yang merangsang produksi sperma.

Para peneliti berpendapat bahwa penurunan produksi sperma memberikan sinyal ke otak untuk meningkatkan tingkat FSH untuk mengimbangi hal tersebut. Namun diperlukan riset lain untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Terkait apakah pria harus mengganti celana dalam mereka atau tidak, menurut Vij hal itu tak perlu dilakukan. Meskipun pria tengah berusaha memiliki anak.

Sementara itu, direktur bagian pengobatan dan operasi reproduksi pria di Stanford University School of Medicine Michael Eisenberg, mengatakan bahwa dirinya lebih menyarankan pria untuk mengenakan celana dalam yang nyaman bagi mereka.

“Jika temuan dalam riset bisa ditemukan secara konsisten, maka saya pikir kita bisa mulai mendiskusikan cara ini dengan pasien,” kata Eisenberg.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer