Connect with us

Bisnis

Industri Kelapa Sawit Indonesia Diprediksi Oversupply

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA-JARRAK.ID- Himbauan yang perlu diperhatikan bagi industri kelapa sawit. Kali ini industri sawit diperkirakan akan dihantui lebihnya pasokan, karena meningkatnya produksi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Indonesia maupun di Malaysia pada tahun ini.

Kondisi tersebut akan diprediksi mendorong turunnya harga CPI hingga 7 persen di tahun ini, menjadi sekitar US$676 per ton.

Ahmad Subhan, analis Lembaga Pinjaman Simpanan (LPS) menjelaskan, bahwa peningkatan produksi diperkirakan akan terjadi di tahun ini beriringan dengan setrategi penanaman kembali (replanting) kelapa sawit yang diterapkan di Indonesia dan Malaysia.

Berdasarkan agregat, target penanaman kembali (replantiIng) kelapa sawit di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke dapan, dijamin akan meningkatkan produksi hingga dua kali lipat dari kondisi saat ini yang mencapai 210 ribu ha.

Setrategi replanting, menurut Subhan, juga diberlakukan oleh Malaysia yang secara agregat akan meningkatkan supply CPO untuk tahun 2018.

“Kondisi oversupply membayangi kinerja pasar CPO di tahun ini. Dari segi harga, dampaknya dapat menekan harga turun sekitar tujuh persen dari tahun lalu,” jelas Subhan dalam Laporan Analisis Stabilitas Sistem Perbankan LPS, dikutip Senin, (26/2/2018).

Harga CPO, menurut Subhan, diproyeksikan akan bergerak menjadi sekitar 2.620 ringgit Malaysia atau sekitar US$676,3 per ton di tahun ini, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 2.807 ringgit Malaysia.

Survei produksi yang dirilis Reuters, mengungkapkan bahwa produksi CPO Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 37,8 juta ton, sementara Malaysia diperkirakan akan meningkat menjadi 20,5 juta ton.

Berdasarkan data Dewan Kelapa Sawit Malaysia (MPOB), produksi CPO Malaysia pada tahun 2017 mengahasilkan 19,9 juta ton, sedangkan Asosiasi Minyak Sawit Indonesia memperkirakan produksi tahun lalu mencapai 36,5 juta ton.

Baca Juga:  'Prestasi' Trump Buat Rupiah Tekuk Lutut Terhadap Dolar Amerika

Dengan demikian, perkembangan industri sawit tercatat mulai membaik dibandingkan beberapa tahun silam. Pertumbuhan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/ NPL) nominal terus lebih baik dalam tiga tahun terakhir. Hal ini mendorong beberapa Bank untuk kembali masuk ke sektor perkebunan.

“Bagi perbankan, membaiknya kinerja sektor perkebunan yang ditopang peningkatan ekspor dan harga relatif CPO di pasar global, membuat sektor ini kembali menjadi salah satu sektor favorit penyaluran kredit,” tutur Subhan.

 

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer