Connect with us

Berita

Indometer: Dr.H.Dodi Reza Alex Noerdin Masuk Dalam 34 Tokoh Daerah Pontensial Menuju Pentas Nasional

JARRAK.ID

Published

on

Palembang, Sumsel, Jarrak.id- Masyarakat Sumatera Selatan merasa berbangga hati. Ini karena putra terbaik Sumatera Selatan Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ., M.BA., masuk dalam 34 tokoh daerah potensial menuju pentas nasional pada 2024 mendatang. Bahkan nama Dodi Reza Alex Noerdin bersanding dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Hal ini berdasarkan hasil riset yang dilakukan Indometer (Barometer Politik Indonesia) Tahun 2020 yang merilis 34 nama tokoh daerah pontensial menunju pentas nasional pada tahun 2024 mendatang. Diantara 34 nama tokoh tersebut nama Dodi Reza Alex Noerdin  pada nomor urut 8 dari sekian banyak tokoh daerah yang menjadi sampel  riset yang dirilis Indometer.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indometer (Baromater Politik Indonesia), Leonard Sb, dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (29/5), menyampaikan bahwa setelah Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa lagi maju pada kontestasi mendatang, maka memunculkan beberapa nama tokoh daerah untuk maju bersaing merebut tiket Capres-Cawapres.

“Pemilu 2024 menjadi peluang bagi kebangkitan tokoh-tokoh baru, dengan latar belakang kepala daerah atau perwakilan daerah di DPR dan DPD” kata Leonard yang dirilis dari berbagai media.

Hasil riset Indometer menunjukkan bahwa tokoh-tokoh populer seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil pontensial maju dalam perhelatan politik nasional 2024. Mereka kepala daerah petahana (Incumbent) yang dinilai rakyat berhasil membawa perubahan di tingkat daerah. Selain nama tersebut, Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa; dan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah; masuk dalam di dalamnya.

Leonard menyebut keran desentralisasi dan demokrasi menjadi ajang bagi kekuatan politik dinasti lokal maupun tokoh-tokoh nasional yang sedang melakukan regenerasi. Ada pula figur-figur politisi yang meniti karier dari jejang bawah hingga terpilih menjadi pengurus pusat partai politik.

“Keluwesan tokoh-tokoh dalam hubungannya dengan partai politik menjadi ciri baru dalam era demokrasi langsung.” ujar Leonard.

Metode yang dipergunakan Indometer dalam risetnya adalah metode kualitatif pada Bulan Maret-Mei 2020, di mana data awal didapatkan dari monitoring media massa dan media sosial. Pendalaman dilakukan untuk memilih tokoh paling potensial untuk maju ke pentas nasional, berdasarkan wawancara mendalam terhadap pengamat politik lokal dan tokoh-tokoh perantauan di Jakarta.

 

Adapun ke-34 nama tokoh daerah atau lokal potensial layak maju ke kontestasi nasioal dari riset tersebut, yakni Teuku Riefky Harsya dari Aceh, Edi Rahmayadi dari Sumatera Utara, Faldo Maldini dari Sumatera Barat, Intsiawati Ayus dari  Riau.

Kemudian, Asman Abnur dari. Kepulauan Riau (Kepri), Syarif Fasha dari Jambi, Muhammad Saleh dari Bengkulu, Dodi Reza Alex Noerdin dari Sumatera Selatan (Sumsel), Zulkifli Hasan dari Lampung, Erzaldi Rosman Djohan dari Kepulauan Bangka Belitung.

Selanjutnya, Ahmed Zaki Iskandar dari Banten, Anies Baswedan dari DKI Jakarta, Ridwan Kamil dari Jawa Barat (Jabar), Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah (Jateng), Hanafi Rais dari DI Yogyakarta, Khofifah Indar Parawansa dari Jawa Timur (Jatim), Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dari Bali.

Kemudian, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Viktor Laiskodat dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Daniel Johan dari Kalimantan Barat, Agustin Teras Narang dari Kalimantan Tengah, Syaifullah Tamliha dari Kalimantan Selatan, Isran Noor dari Kalimantan Timur, Irianto Lambrie dari Kalimantan Utara.

Selajutnya, Yasti Soepredjo Mokoagow dari Sulawesi Utara, Rusli Habibie dari Gorontalo, Pasha Ungu dari Sulawesi Tengah, Iskandar Muda Baharuddin Lopa dari Sulawesi Barat, Nurdin Abdullah dari Sulawesi Selatan, La Ode Ida dari Sulawesi Tenggara, Abdul Ghani Kasuba dari Maluku Utara, Nono Sampono dari Maluku, Filep Wamafma dari Papua Barat, dan Meki Nawipa dari Papua. (Red/Danu/Jarrak)

Editor : Utu

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer