Connect with us

Elektoral

Ijtimak Ulama II Digelar 26 Agustus, Tetap Dukung Prabowo?

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri saat menghadiri acara GNPF (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Agenda Ijtimak Ulama Jilid II yang diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 bakal digelar dalam waktu dekat.

Menurut Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin, Ijtimak Ulama Jilid II akan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2018 mendatang di Jakarta.

“Ijtima Ulama Jilid II rencananya 26 Agustus mendatang, kalau tidak di Jakarta atau di Sentul,” kata Novel, Minggu, (19/08/2018).

Tujuan diselenggarakannta Ijtimak Ulama Jilid II ini kata Novel merupakan langkah evaluasi atas Ijtimak Ulama yang digelar pertama kali pada tanggal 27-29 Juli lalu.

Sebagaimana diketahui, hasil Ijtimak Ulama Jilid I tersebut mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI Periode 2019-2024. Adapun Wakil Presiden yang direkomendasikan adalah Ustad Abdul Somad dan politisi PKS Salim Segaf Aljufri.

Novel menambahkan, meskipun hasil Ijtimak Ulama Jilid I tak dipatuhi oleh Prabowo, tetapi kemungkinan besar Ijtimak Ulama Jilid II tetap mendukung Prabowo Subianto. Apalagi selama ini GNPF dan PA 212 juga getol menyuarakan isu ganti presiden.

Terkait dipilihnya Sandiaga Uno sebagai Cawapres Prabowo, Novel mengaku tak terlalu mempersoalkan. Pasalnya, Sandi disebutnya bukan sosok baru dikalangan ulama. Sandi bahkan dianggap sebagai satu-satunya Cawagub DKI yang kala itu mendapat dukungan dari para ulama.

“Hubungan Sandiaga dengan ulama sudah terjalin sejak Pilgub DKI dulu,” tandas Novel.

Baca Juga:  GNPF Ulama Bantah Habib Rizieq Diperiksa Polisi Arab Saudi Soal Bendera Tauhid

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer