Connect with us

Daerah

Idul Adha 2018: Pamflet Berisi Penolakan ‘Islam Nusantara’ Disebar di Bukittinggi

JARRAK.ID

Published

on

Ilustrasi (Doc. Net)

BUKITTINGGI – JARRAK.ID – Perayaan Idul Adha 2018 yang jatuh pada hari ini (22/08/2018) diwarnai aksi penolakan terhadap ‘Islam Nusantara’.

Penolakan tersebut terjadi di Lapangan Kantin, Bukittinggi, Sumatera Barat. Meski bukan aksi penolakan dengan turun ke jalan, sejumlah pamflet terlihat disebar kepada jamaah shalat Idul Adha.

Poin penting dalam pamflet yang disebar itu, menegaskan jika masyarakat Ranah Minang menolak istilah Islam Nusantara.

Dalam selebaran tersebut juga dikatakan kalau hal itu sejalan dengan keputusan yang telah dikeluarkan oleh MUI Sumbar terkait Islam Nusantara.

“Kami satu komando bersama ulama MUI Sumatera Barat. Ranah Minang menolak istilah Islam Nusantara,” demikian salah satu penggalan kalimat dalam pamflet tersebut.

Tidak hanya itu, sebuah pantun bernada menolak juga disematkan dalam pamflet. Adapun pesan yang ingin disampaikan adalah penolakan terhadap Islam Nusantara tidak serta merta dapat ditarik begitu saja, kecuali dengan menggunakan dalil yang jelas dari Alquran dan Sunnah.

Penulis pamflet tersebut juga mengklaim bahwa aksi menolak Islam Nusantara merupakan hasil renungan yang telah dilakukan.

“Sekali kata dikatakan, seribu pikiran menjadi timbangan. Pantang bertarik surut kebelakang, kecuali Alquran dan sunnah yang menentang,” demikian bunyi pantun dalam pamflet tersebut.

Sebelumnya, MUI Sumbar diketahui menolak konsep Islam Nusantara sebagaimana dikenal luas masyarakat. Pihak MUI mengaku bahwa di Ranah Minang tidak membutuhkan konsep Islam Nusantara

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer