Connect with us

Daerah

HUT Kemerdekaan RI, Ridwan Hisjam: Mari Kita Rajut Keberagaman

JARRAK.ID

Published

on

Ridwan Hisjam bersama Presiden Joko Widodo (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Berbagai keberhasilan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak akan terwujud tanpa disertai spirit kebersamaan dan jiwa gotong royong.

Untuk itu, Hari Kemerdekaan RI yang ke-73 harus menjadi momentum semua komponen bangsa untuk terus berkarya dan bekerja bersama membangun bangsa.

Hal ini sejalan dengan pemerintah yang terus bekerja membangun di segala bidang termasuk infrastruktur.

Begitu kata anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Ridwan Hisjam dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (18/08/2018).

“Gotong royong adalah akar dari kebudayaan kita sebagai perwujudan harmoni kebersamaan yang telah menjadi perekat sosial dengan tanpa memandang ras, suku dan agama,” kata Ridwan Hisjam.

Lebih jauh, Ridwan berharap semangat juang para pahlawan kemerdekaan bisa menjadi spirit setiap masyarakat Indonesia, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan maju.

“Banggalah kita jadi Bangsa Indonesia, kita terus bangun nasionalisme kita, tingkatkan daya juang kita agar kita menjadi bangsa yang terhormat dan maju dibanding negara-negara lain,” tegas Ridwan.

Merajut Keberagaman

Legislator yang mewakili Dapil V Jatim itu melanjutkan, bahwa ada hal menarik dalam peringatan kemerdekaan Indonesia sejak awal Pemerintahan Presiden Jokowi termasuk peringatan HUT RI yg ke 73 kali ini, yaitu penggunaan berbagai macam pakaian adat bangsa Indonesia.

Hal tersebut menurut Ridwan harus dipahami sebagai penegasan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, golongan masyarakat dan agama.

“Ini adalah tradisi positif sekaligus pengakuan dan penegasan bahwa kemerdekaan Indonesia ditujukan untuk semua. Indonesia, satu buat semua dan semua buat satu,” terang Ridwan.

“Tradisi peringatan kemerdekaan dengan mengadirkan beragam pakaian dan adat serta budaya bangsa ini perlu untuk terus menerus dipelihara dan dilestarikan sebagai sebuah tradisi kebangsaan yang dapat menjadi rujukan generasi-generasi yang akan datang oleh siapapun Presidennya. Apalagi, mengingat beberapa waktu belakangan ini, muncul fenomena penumpang gelap demokrasi,” tandas Ridwan.

Baca Juga:  PARAH! Jumlah Beras Rastra di Sumenep Banyak yang Tekor, Bulog ‘Cuci Tangan’

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer